PEREKONOMIAN INDONESIA SEBAGAI NEGARA BEKEMBANG
PEREKONOMIAN
INDONESIA
SEBAGAI
NEGARA BEKEMBANG
Pudja
Pilorazo Shatilla
1410862020
Ilmu Komunikasi, Unversitas Andalas
Abstrak
Perekonomian merupakan suatu hal
yang sangat penting bsgi kehidupan bernegara. Indonesia merupakan suatu negara
yang masih berkembang yang masih memiliki standar hidup yang rendah,
produktifitas yang rendah dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Maka
dari itu adanya hal yang harus dicapai dalam suatu perekonomian seperti hasil
yang melimpah, pertumbuhan yang baik, stabilitas, kemanan dan efisiensi. Dari
pembahasan ini penulis ingin melihat bagaimana perekonomian Inodnesia sebagai
negara berkembang yang ingin mencapai suatu perekonomian yang baik di lihat
dari indikator perkembangan ekonomi yait inflasi, nilai ekpor dan impor, upah
buruh, pariwisata, utang luar negri dan pendapatan nasional.
Keyword: ekonomi, negara
berkembang
I.
Pendahuluan
1.1
Latar Belakang
Manusia adalah makhluk yang memerlukan makanan untuk
menumbuhkan dan memelihara tubuhnya, begitu juga sebuah negara ingin selalu
tumbuh dan membentuk suatu perekonomian yang baik. Bagi Indonesia yang
merupakan negara berkembang, perekonomian sejalan dengan kemajuan zaman.
1.2
Rumusan Masalah
Adapun
masalah yang ingin di bahas adalah
1.2.1 Apa
yang disebut negara berkembang?
1.2.2 Apa
saja hasil yang akan di capai dalam perekonomian di suatu negara?
1.2.3
Bagaimana kondisi ekonomi Indonesia?
1.3. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai
berikut
1.3.1
Mengetahui ciri-ciri negara berkembang
1.3.2
Mengetahui hasil yang akan dicapai dalam perekonomian suatu negara
1.3.3
Mengetahui kondisi ekonomi Indonesia
II.
Pembahasan
2.1
Negara
Berkembang
Menurut Michael O. Todaro
dalam bukunya yang berjudul Pengembangan
Ekonomi Dunia ke Tiga, karakteristik umum negara-negara berkembang adalah
a.
Standar
hidup yang rendah
Sebutan
rendah bukan hanya pada pengertian global, yakni apabila dibandingkan dengan
standar hidup orang di negar-negara kaya, namun juga di dalam pengertian
domestik, yakni bila dibandingkan dengan gaya hidup golongan elit di negara
mereka sendiri. Standar hidup yang rendah tersebut memanifiestasikan secara
kuantitatif dal membentuk jumlah pendapatan uang yang sangat sedikit
(kemiskinan), perumahan yang kurang layak, kesehatan yang buruk, bekal
pendidikan yang minim atau bahkan tidak ada sama sekali, angka kematian bayi
yang tinggi, harapan hidup yang relatif
sangat singkat, dan peluang mendapatkan pekerjaan yang rendah.
b.
Produktifitas
yang Rendah
Disamping
standar hidup yang rendah, negara-negara berkembang juga menghadapi masalah
rendahnya tingkat produktifitas tenaga kerja (labor productivity). Produktifitas tenaga kerja di hampir semua negara-negara
berkembang masih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju.
c.
Tingkat
Pertumbuhan Penduduk dan Beban Ketergantungan yang Terlampau Tinggi
Pada
tahun 1998, total penduduk dunia telah mencapai sekitar 5,9 miliar jutadan
lebih dari empat perlima dari jumlah tersebut hidup di negara-negara Dunia
Ketiga. Sedangkan yang menghuni negara-negara maju hanya sekita seperlimanya.
Diantar kedua kelompok negara tersebut terdapat perbedaan tingkat kelahiran dan
tingkat kematian yang sangat mencolok.
Di
negara-negara berkembang, tidak hanya dibebani oleh tingkat pertumbuhan
penduduk yang tinggi, tetapi juga harus menanggung beban ketergantungan yang
lebih berat daripada negara-negara kaya. Situasi dan kondisi yang menjadikan
laju pertambahan penduduk sebagai penghambat pembangunan ekonomi.
d.
Tingkat
Pengangguran Penuh dan Terselubung yang Terlalu Tinggi dan Terus Melonjak
Salah
satu akibat utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di
negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya manusia
(employement). Jika dbandingkan dengan negara-negara maju, pemanfaatan sumber
daya yagn dilakukan oleh negara-negar
berkembang relatif sangat rendah.
e.
Ketergantungan
terhadap Produksi Pertanian dan Ekspor Barang-Barang Primer
Sebagian besar penduduk
di negara-negara berkembang hidup dan bekerja di daerah pedesaan. Lebih dari 65
persen jumlah penduduk negara-negara berkembang tinggal secara permanen, bahkan
turun temurun, dipedesaan; sementara penduduk di negara-negara maju yang
tinggal di desa-desa kurang dari 27 persen.
Pada umunya, perekonomian negara-negar berkembang lebih
banyak berorientasi ke produksi barang primer (produk-produk pertanian,
bahan-bakar , hasil hutan dan bahan-bahan mentah) datipada ke barang sekunder
(manufaktur) dan barang tersier (jasa). Komoditi-komoditi primer tersebut
merupakan andlan ekpor yang utama ke negara-negala lain ( dari negara maju ke
negara berkembang).
f.
Pasar
yang Tidak Sempurna dan Informasi yang Tidak Memadai
Di
banyak negara berkembang, perangkat hukum/legal, budaya dan institusionalnya,
kalaupun ada masih sangata lemah guna mendukung beroperasinya mekanisme pasar
secara efektif dan efisien.
Sistem
infrastruktur juga sangat penting. Tanpa adanya jalan-jalan raya, sistem
telekomunikasi, litrik atau sistem perbankan yang kuat serta jaminannya, pasar
kredit forma yang melakukan seleksi dan alokasi dana-dana pinjaman berdasarkan
profitabilitas ekonomi relatif dan menerapkan aturan pembayaran kembali, serta
informasi pasar yang cukup bagi konsumen maupun produsen mengenai harga,
kuantitas, dan kualitas produk.
g.
Dominasi,
Keuntungan, dan Kerapuhan dalam Hubungan Internasional
Pada
negara-negara berkembang pada umumnya, salah satu faktor utama yang
mengkibatkan rendahnya standar hidup masyarakat mereka, serta kian mencoloknya
ketimpangan distribusi pendapatan internasional adalah distribusi kekuatan
politik dan ekonomi yangsangat tidak merata di antara negara-negara kaya dan
miskin.
Di
samping itu, masih ada aspek lain dalam proses transfer internasional yang
turut mempersulit usaha pembangunan negara miskin. Faktor lain yang tidak kalah
penting adalah munculnya pengaruh standar sosial dan ekonomi negara-negara maju
terhadap skala gaji, gaya kehidupan elit, dan sikap individualistis.
2.2
Hasil
yang di Capai dalam Perekonomian Suatu Negara
Manusia
selalu ingin membandingkan untuk hasil yang terbaik. Dengan mempertimbangkan
semua aspek yang akan dicapai. Menurut Grossmen dalam bukunya Sistem-Sistem Ekonomi, kita tidak
dibenarkan membandingkan suatu perekonomian aktual dengan suatu model ideal dar
sistem yang berbeda. Dia menyebutkan bahwa hasil yang di capai dalam
perekonomiaan suatu negara adalah
a.
Melimpah
Hal
yang perlu diketahui adalah beberapa banyak mereka menghasilkan atau
menyediakan barang dan jasa, baik secara keseluruhan maupun per kapita. Di sini
kita memiliki serangkaian alat pengukurnya seperti produk nasiona kotor atau
konsumsi. Kriteria tertentu yang kita gunalan akan tergantung pada pertanyaan
yang jawabannya, ingin kita cari kecuali kekurangann data statistik .
Lebih
lanjut, implikasi mengenai sistem ekonomi tidak selalu terlihat jelas. Bila
karena produksi per kapita suatu negeri hanya mencapai setengah dari produksi
perkapita negara lain, ini tak berarti
bahwa sistem ekonomi jelek. Produksi perkapita suatu negeri tergantung
tidak hanya wpada lembaga perekonomiannya, tetapi juga pad ajumlah besar
kondisi sejarah, politik, kebudayaan, lingkungan alam, fisik dan penduduk.
Larena penduduk per kapita Amerika jauh lebih tinggi daripada Rusia, tidak
dengan sendirinya membuktikan keunggulan “kapitalisme” terhadap “sosialisme”.
b.
Pertumbuhan
Dewasa
ini jauh berbeda dengan sebelumnya yang menganggap pertumbuhan sebagai suatu
perekonomian yaang berhasil: memang, di mata banyak penduduk dunia ini
merupakan hal yang paling penting. Dalam sekitar seratus negri yang kurang
berkembang, pembangun ekonomi, terutama bertrati pertmbuhan produksi, sering
merupakan tujuan nasional yang utama. Ia sering sering merupakan obsessi bagi
kita yang telah menikmati tingkat hidup yang memadai. Dalam banyak negeri ini
keberhasilan peerintah dan lembaganya cedrung diukur dalam bentuk pertumbuhan
yang mereka hasilkan. Sementara sistem alternatif berlomba untuk
mempengaruhinya (kapatalisame, demokrasi, sosialisme, dan kediktarotran sering
diukur dengan ukuran yang sama.
c.
Stabilitas
Stabilitas
ekonomi biasanya menunjukkan usaha untuk menghindarkaan dua jenis fenoomena
yang slaing berkaitan dengan erat. Fluktuasi preiodik, kesempatan kerja dan
output dalma seluruh perekonomian atau sebagian sekotor ekonomi (fluktuasi
usaha) dan (inflasi atau deflasi. Pergerakan harga ke atas atau ke bawah yagn
cukup berarti pada umumnya tumbuh dari tahun ke tahun.
Inflasi
menguntungkan para debitur dan merugikan orang yagn berpiutang. Inflasi
mengubah kemakmuran relatif berbagai kelas ekonomi, deflasi juga tak kuran
jeleknya. Resesi dan depresesi
mengurangi produk nasional dan pendapatan nyata masyarakatsecara
keseluruhan dan melemparkan orang dari pekerjaanya. Jadi dengan demikian
menyebabkan tragedi dan beban sosial. Kemungkinan suatu ekonomi untuk tidak
menjadi stabil jelaskah sebagian besar merupakan fungsi dari lembaga, dan
berbagai sistem ekonomi yng berbeda.
d.
Keamanan
Di
beberbagai negara yang lebih berkembang, jaminan ekonomi rumah tangga sekarang
tidak lagi tergantung pada belas kasihan yang tidak dpaat dipercaya, seperti
halnya seperti eberapa waktu belakangan ini, sejak dulu kala. Dan masih seperti
itu keadaannya dalam kebanyakan negara y ang kurang berkembang. Tapi manusia
modern in telah meperoleh jaminan ini dengan harga yagn tak dapat di hitung
besarnya dengan ketergantungan yang lebih besar pada masyrakat keseluruhan.
Ketidak pastiannya kini malah timbul dari tak dapat diramalkannya fenomena
sosial.
Banyak
pendapat umum dala negara maju modern (dan banyak juga di negara miskin)
sekarang yang menyetujui bahwa perorangan tidak seharusnya menanggung beban
kekuatan sosial yang tak menguntungkan dan kekuasaan alam yang tak dpaat
dikendalikan. Adalah pada penekanan pada perlindunga perorangna terhadapa berbagai
resiko ini yang merupakan suatu perbedaan utama antara keadaan antara abad
kedua puluh dengan bad sebelumnya. Negeri yang memberikan jaminan yang luas
seprti in kepada warganya, biasanya disebut negara kemakmuran (welfare states),
walaupun istilah ini digunakan dengan agak longgar. Mengenai jaminan perorangan
sistem ekonomi tidak sama, pertama, dalam luasnya, ia merupakan negar
kesejahteraan, dan kedua, smapai berapa jauh merkea berusaha menghalangi
sebab-sebab ketidak pastian sosial, seperti fluktuasi usaha.
e.
Efisiensi
Ahli
ekonomi mengenal tiga jenis efisiensi. Pertama adalah yang dinamakan efisiensi
teknis cara yang paling efektif dalam menggunakan sumber yagn langka (tenaga
kerja, bahan baku, mesin dan lain sebagainya) tau sejumlah sumber dal suatu
pekerjaan tertentu.
Ada
dua jenis efisiensi ekonomi yaitu efisiensi statis dan dinamis. Efisiensi
ekonomi yang statis meliputi efisiensi teknis yagn mencerminkan alokasi
sumber-sumber yang ada dalam rangkaian waktu tertentu. Efisiensi dinamis, pada
pihak lain, menghubungkan pertumbuhan ekonomi dengan kenaikan sumber yang
seharusnya menyebabkan pertumbuhan ini. Jadi walaupun dua perekonomian mungkin
telah meningkatkan persediaan modal dan tenaga kerja mereka dengan persentase
yang sama, tapi tingkat pertumbuhna nasional dalm kedua kasus ini mungkin
sangat berlainan.
f.
Pemerataan
dan Keadilan ; Persamaan
Jarang
orang yang tidak memilki pendapat mengenai batasan tentang keadilan, wajar atau
tidak dalam pembagian pendapatan, kekayaan, kekuasaan, dan kesemptan di antara
berbagai indifidu dan kelompok dalam masyarakat. Kita juga cendrung menilai
sistem ekonomi danpolitik dengan kriteria keadilan dna persamaan. Pada dasarnya
setiap “isme” mengnaggap beberapa standar keadilan sosial (seperti juga setiap
isme mepunyai pandangan mengenai hakikat manusia), dan setiap reformasi dan
refolusi, atau perlawanan terhadapnya.
Suatu
persaman yang penting adalah persamaan kesempatan; yaitu suatu kesempatan yang
sama bagi setiap orang untuk menggunakan kesanggupannya dalam bidang ekonomi.
Ini tidak hanya berarti adanya diskriminasi sosial atas dasar mana individu
tidak memiliki kekuasaan, tetapi juga suatu kebijaksanaan sosial yang positif
untuk memberikan jalan yang sama terhadap fasilitas pengembangan kesanggupan
(pendidikan dan lain sebagainya).
g.
Kemerdekaan
Ekonomi
Suatu
pemikin penting yang kadang-kadang dianggap sebagai segi kemerdekaan perusahaan untuk menciptakan
lembaga perkonomian baru sebagai reaksi terhadap kebuthan baru dan bebas dari
inisiatif harga. Contoh yang paling menarik adalah uang yang berasal dari masa
lampau adaah kartu kredit, penerbangan carter ke seberangl autan dan lembag
penelitian non profit yang bebas. Aspek kemerdekaan berusaha ini sangat erat
hubungannya dengan sifat “mengatur diri sendiri” usaha sistem ekonomi.
Kemerdekaan
memiih bagi rumah tangga dan kemerdekaan berusaha mungkin dinilai sebagaimana
adanya. Amerika, terutama sejalan dengan trandisinya yang indifidualistis dan
liberal ( atau rumahtangga), dan perusahaan bebas untuk membelanjakan uangnya
sendiri sesuai dengna keinginan apa yang meereka inginkan, selama tidak
merugikan kepentingan dan kemakmuran rakyat.
h.
Kedaulatan
ekonomi
Kedaulatan
konsumen jang dikcaukan dengan kemerdekaan konsumenuntuk memilih kedaulatan
mengacu kepada masalah keputusan terakhir; pilihan konsumen menunjuk kepada
cara yang digunakan dalam menstribusikan barang konsumsi yang dihasilkan untuk
keperluan rumah tangga. Pro kedaulatan konsumen (1) produksi ditunjukkan untuk
masyarakat, untuk konsumen, dan oleh karena keinginan dan kesukaan mereka. (2)
Mengabaikan kedaulatan konsumen dapat membuka peluanguntuk otoriterisme,
terutama kediktatoran. Penentang kedaulatan konsumen berargumentasi (1)
konsumen sering tidak tahu apa yang paling baik bagi mereka karena merkea kekurangna
informasi teknik dan ilmiah yang diperlukan (2) selera kesukaan konsumen tidak
bebas tapi selalu dipengaruhi oleh kesukaan dan mode (3) juga permintaan
konsumen tidak spontan, karena permintaan konsumen sangat dipengaruhi oleh
iklan dan tekanan lain dari produsen (4) konsumen rata-rata pada umumnya tidak
menghargai masa depan secukupnya dan tidak menghemat untuk generasi berikutnya
(5) permintaan konsumen sangat tergantung pada distribusi pendapatan dan
kekayaan.
i.
Perlidungan
Lingkungan
Dalam
beberapa tahun saja masyarakat umum di Amerika Serikat dan banyak lagi di
negara lain telah menjadi sangat sadar akan perubahan lingkungan manusia
sejalan dengan kemajuan perekonomian. Semakin banyak kegiatan ekonomi dan
lembaga-lembaga ekonomi dinilai dari sudut perlindungan lingkungan, yang
menyebabkan pencemaran udara dan airserta mengotori dan merusak pemandangan.
2.3
Kondisi
Ekonomi Indonesia
Ai
Siti Farida dalam bukunya Sistem Ekonomi
Indonesia, menganggap bahwa
Indonesia terlalu meniru perekonomian asing. Ia menyebutkan bahwa Indonesia
dinilai terlalu meniru sistem perekonomian di luar negeri. Padahal, sistem
tersebut belum tepat diaplikasikan di
dalam negeri. Tidak dapat diaplikasikannya sistem pemasaran yang ada di luar
negeri karena faktor perbedaan. Di luar negeri, kondisi masyarakat, ekonomi,
dan politik cendrung stabil. Segala hal juga dapat diprediksi dan sitem hukum
yang ada dapat diandalkan. Kondisi tersebut belum terjadi di negara berkembang
seperti Indonesia.
Indonesia
baru akan membangun masyarakat hukum, sementara di Amerika pembangunan
masyarakat hukum sudah berjalan lama. Di Amerika hak-hak individu dan
kebbebbasannya telah dijamin. Sementara kita harus menciptakan suatu siste
sendiri dengan memberikan edukasi penyadaran terhadap masyarakat. Pembelajaran
dpaat dilakukan dengan sosialisais melalui berbagai media dan hal yang menarik
bagi masyarakat.
Indonesia
seharusnya sudah belajar pada krisis ekonomi dan moneter yang mengguncang dunia
pada tahun 1998. Belajar dari kasus tersebut, sudah saatnya bagi Indonesia
untuk memberi perhatian utama pada bidang pertanian dan perkebunan, agar bisa
keluar dari krisis pangan yang kini mengancam dunia.
Kemudian,
lemahnya koperasi dan usaha kecil menengah dalam memasarkan produk, menjadikan
Indonesia tertinggal oleh negara-negara lain. Contohnya, pada saat gula pasir
naik, petani gula merah malah bingung memasarkan produknya. Padahal jika semua
pihak saling membantu, gula merah dapat menjadi koomditas pengganti pula pasir
karena biaya pembuatnya yang lebih murah dan banyak tersedia di seluruh
Indonesia.
Akibat
atau dampak dari krisis ekonomi atau krimon yang terjadi pada tahun 1998 masih
kita rasakan sampai saat ini. Akan tetapi kalau kita lihat dari tahun ke tahun,
kecendrungan perekonomian kita semakin membaik. Salah satu indikatornya dapat
dilihatdari nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Semakin kuat nilai
tukar rupiah, semakin baik perekonomian kita. Berikut indikator perkembangan
perekonomian Indonesia.
Semakin
kuat nilai tukar rupiah, semakin baik perekonomian kita. Berikut indikator
perkembangan perekonomian Indonesia.
2.3.1
Inflasi
|
Tabel 3.1 Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Bulanan Indonesia |
||||||||||
|
2005, 2006, 2007, Jan-Mei 2008 ( 2002=100 ), Juni 2008 - Desember 2013
( 2007 = 100 ), Januari 2014 -Mei 2015 (2012=100) |
||||||||||
|
Bulan |
2015 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
IHK |
Inflasi |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Januari |
118,71 |
-0,24 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Februari |
118,28 |
-0,36 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Maret |
118,48 |
0,17 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
April |
118,91 |
0,36 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Mei |
119,50 |
0,50 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Juni |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Juli |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Agustus |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
September |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Oktober |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
November |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Desember |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tingkat
Inflasi |
|
0,42 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bulan |
2010 |
2011 |
2012 |
2013 |
20142) |
|||||
|
IHK |
Inflasi |
IHK |
Inflasi |
IHK |
Inflasi |
IHK |
Inflasi |
IHK |
Inflasi |
|
|
Januari |
118,01 |
0,84 |
126,29 |
0,89 |
130,9 |
0,76 |
136,88 |
1,03 |
110,992) |
1,07 |
|
Februari |
118,36 |
0,3 |
126,46 |
0,13 |
130,96 |
0,05 |
137,91 |
0,75 |
111,28 |
0,26 |
|
Maret |
118,19 |
-0,14 |
126,05 |
-0,32 |
131,05 |
0,07 |
138,78 |
0,63 |
111,37 |
0,08 |
|
April |
118,37 |
0,15 |
125,66 |
-0,31 |
131,32 |
0,21 |
138,64 |
-0,1 |
111,35 |
-0,02 |
|
Mei |
118,71 |
0,29 |
125,81 |
0,12 |
131,41 |
0,07 |
138,6 |
-0,03 |
111,53 |
0,16 |
|
Juni |
119,86 |
0,97 |
126,5 |
0,55 |
132,23 |
0,62 |
140,03 |
1,03 |
112,01 |
0,43 |
|
Juli |
121,74 |
1,57 |
127,35 |
0,67 |
133,16 |
0,7 |
144,63 |
3,29 |
113,05 |
0,93 |
|
Agustus |
122,67 |
0,76 |
128,54 |
0,93 |
134,43 |
0,95 |
146,25 |
1,12 |
113,58 |
0,47 |
|
September |
123,21 |
0,44 |
128,89 |
0,27 |
134,45 |
0,01 |
145,74 |
-0,35 |
113,89 |
0,27 |
|
Oktober |
123,29 |
0,06 |
128,74 |
-0,12 |
134,67 |
0,16 |
145,87 |
0,09 |
114,42 |
0,47 |
|
November |
124,03 |
0,6 |
129,18 |
0,34 |
134,76 |
0,07 |
146,04 |
0,12 |
116,14 |
1,5 |
|
Desember |
125,17 |
0,92 |
129,91 |
0,57 |
135,49 |
0,54 |
146,84 |
0,55 |
119,00 |
2,46 |
|
Tingkat
Inflasi |
|
6,96 |
|
3,79 |
|
4,3 |
|
8,38 |
|
8,36 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bulan |
2005 |
2006 |
2007 |
2008 |
2009 |
|||||
|
IHK |
Inflasi |
IHK |
Inflasi |
IHK |
Inflasi |
IHK |
Inflasi |
IHK |
Inflasi |
|
|
Januari |
118,53 |
1,43 |
138,72 |
1,36 |
147,41 |
1,04 |
158,26 |
1,77 |
113,78 |
-0,07 |
|
Februari |
118,33 |
-0,17 |
139,53 |
0,58 |
148,32 |
0,62 |
159,29 |
0,65 |
114,02 |
0,21 |
|
Maret |
120,59 |
1,91 |
139,57 |
0,03 |
148,67 |
0,24 |
160,81 |
0,95 |
114,27 |
0,22 |
|
April |
121,00 |
0,34 |
139,64 |
0,05 |
148,43 |
-0,16 |
161,73 |
0,57 |
113,92 |
-0,31 |
|
Mei |
121,25 |
0,21 |
140,16 |
0,37 |
148,58 |
0,1 |
164,01 |
1,41 |
113,97 |
0,04 |
|
Juni |
121,86 |
0,5 |
140,79 |
0,45 |
148,92 |
0,23 |
110,08*) |
2,46*) |
114,1 |
0,11 |
|
Juli |
122,81 |
0,78 |
141,42 |
0,45 |
149,99 |
0,72 |
111,59 |
1,37 |
114,61 |
0,45 |
|
Agustus |
123,48 |
0,55 |
141,88 |
0,33 |
151,11 |
0,75 |
112,16 |
0,51 |
115,25 |
0,56 |
|
September |
124,33 |
0,69 |
142,42 |
0,38 |
152,32 |
0,8 |
113,25 |
0,97 |
116,46 |
1,05 |
|
Oktober |
135,15 |
8,7 |
143,65 |
0,86 |
153,53 |
0,79 |
113,76 |
0,45 |
116,68 |
0,19 |
|
November |
136,92 |
1,31 |
144,14 |
0,34 |
153,81 |
0,18 |
113,9 |
0,12 |
116,65 |
-0,03 |
|
Desember |
136,86 |
-0,04 |
145,89 |
1,21 |
155,5 |
1,1 |
113,86 |
-0,04 |
117,03 |
0,33 |
|
Tingkat
Inflasi |
|
17,11 |
|
6,6 |
|
6,59 |
|
11,06 |
|
2,78 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
*) Sejak Juni
2008, IHK didasarkan pada pola konsumsi pada survei biaya hidup di 66 kota
tahun 2007 (2007=100) |
||||||||||
|
2) Sejak
Januari 2014, IHK didasarkan pada pola konsumsi pada survei biaya hidup di 82
kota tahun 2012 (2012=100) |
||||||||||
Sumber : Data Badan Pusat
Statistik
Pada
bulan Novermber 2008 terjadi inflasi 0.12% dengan IHK sebesar 113,9. Jika dibandingkan dengan bulan November tahun
2013 inflasi tetap sama sebesar 0.12% dengan IHK 146,04. Dari tabel 3.1 hingga 3.3 terlihat bahwa laju
inflasi Indonesia naik turun.
2.3.2
Ekspor
dan Impor
|
Tabel 3.2 Nilai Ekspor dan Impor
(juta US$) 1998-2012 |
|
|
|
|
|
||||||
|
[Diolah dari dokumen kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai (PEB dan PIB)] |
|
|
|
|
|
||||||
|
Tahun |
Nonmigas |
Migas |
Jumlah |
|
|
|
|
|
|||
|
Ekspor |
Impor |
Ekspor |
Impor |
Ekspor |
Impor |
|
|
|
|
|
|
|
1998 |
40975,5 |
24683,2 |
7872,1 |
2653,7 |
48847,6 |
27336,9 |
|
|
|
|
|
|
1999 |
38873,2 |
20322,2 |
9792,2 |
3681,1 |
48665,4 |
24003,3 |
|
|
|
|
|
|
2000 |
47757,4 |
27495,3 |
14366,6 |
6019,5 |
62124 |
33514,8 |
|
|
|
|
|
|
2001 |
43684,6 |
25490,3 |
12636,3 |
5471,8 |
56320,9 |
30962,1 |
|
|
|
|
|
|
2002 |
45046,1 |
24763,1 |
12112,7 |
6525,8 |
57158,8 |
31288,9 |
|
|
|
|
|
|
2003 |
47406,8 |
24939,8 |
13651,4 |
7610,9 |
61058,2 |
32550,7 |
|
|
|
|
|
|
2004 |
55939,3 |
34792,5 |
15645,3 |
11732 |
71584,6 |
46524,5 |
|
|
|
|
|
|
2005 |
66428,4 |
40243,2 |
19231,6 |
17457,7 |
85660 |
57700,9 |
|
|
|
|
|
|
2006 |
79589,1 |
42102,6 |
21209,5 |
18962,9 |
100798,6 |
61065,5 |
|
|
|
|
|
|
2007 |
92012,3 |
52540,6 |
22088,6 |
21932,8 |
114100,9 |
74473,4 |
|
|
|
|
|
|
2008 |
107894,2 |
98644,4 |
29126,3 |
30552,9 |
137020,4 |
129197,3 |
|
|
|
|
|
|
2009 |
97491,7 |
77848,5 |
19018,3 |
18980,7 |
116510 |
96829,2 |
|
|
|
|
|
|
2010 |
129739,5 |
108250,6 |
28039,6 |
27412,7 |
157779,1 |
135663,3 |
|
|
|
|
|
|
2011 |
162019,6 |
136734,1 |
41477 |
40701,5 |
203496,6 |
177435,6 |
|
|
|
|
|
|
2012 |
153043 |
149125,3 |
36977,3 |
42564,2 |
190020,3 |
191689,5 |
|
|
|
|
|
Sumber : Data Badan Pusat
Statistik
Berdasarkan tabel, ekspor dan impor Indonesia cendrung
naik, meskipun pada tahun 1998 ke tahun 1999 jumlah nilai impor dan ekspor
Indonesia mengalami penurunan. Penurunan yang sangat drastis di terlihat pada
tahun 2008 ke tahun 2009. Pada tahun tersebut nilai jumlah ekspor dan impor
Indonesa mengalami penurunan yang sangat signifikan yakni dengan ekspor 137020,4 ke 116510 dan
impor 129197,3 ke 96829,2. Selain tahun 2009, penurunan juga
terlihat pada tahun 2011 ke tahun 2012. Akan tetapi, dari tahun 2009 ke tahun
2011 nilai jumlah impor migas maupun non-migas mengalami kenaikan
2.3.3
Nilai
tukar petani
|
Tabel 3.3 Indeks Harga yang Diterima Petani
(It), Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), dan Nilai Tukar Petani (NTP)
Menurut Periode Bulan (2007=100), 2008-2013 |
||||||||||||
|
Bulan |
It |
Ib |
Indeks Harga yang Dibayar Petani |
NTP |
||||||||
|
Indeks Konsumsi Rumah Tangga |
Indeks Biaya Produksi dan Penambahan
Barang Modal |
|||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|||||||
|
Rata-Rata 2008 |
112,35 |
112,19 |
112,82 |
110,2 |
100,16 |
|||||||
|
Januari |
106,1 |
105,39 |
105,93 |
103,81 |
100,69 |
|||||||
|
Februari |
107,04 |
106,44 |
107,02 |
104,73 |
100,59 |
|||||||
|
Maret |
106,17 |
107,5 |
108,18 |
105,45 |
98,79 |
|||||||
|
April |
107,12 |
108,18 |
108,79 |
106,38 |
99,05 |
|||||||
|
Mei |
109,61 |
109,45 |
110,11 |
107,54 |
100,17 |
|||||||
|
Juni |
113,52 |
112,8 |
113,26 |
111,34 |
100,64 |
|||||||
|
Juli |
116,51 |
114,56 |
115,18 |
112,52 |
101,71 |
|||||||
|
Agustus |
117,49 |
115,18 |
115,82 |
113,07 |
102,00 |
|||||||
|
September |
118,02 |
116,05 |
116,79 |
113,62 |
101,69 |
|||||||
|
Oktober |
115,74 |
116,68 |
117,47 |
114,07 |
99,2 |
|||||||
|
November |
114,86 |
116,77 |
117,43 |
114,65 |
98,36 |
|||||||
|
Desember |
116,06 |
117,25 |
117,93 |
115,18 |
98,99 |
|||||||
|
|
|
|
|
|
|
|||||||
|
Rata-Rata 2009 |
119,72 |
119,89 |
120,92 |
116,97 |
99,85 |
|||||||
|
Januari |
115,69 |
117,69 |
118,46 |
115,64 |
98,3 |
|||||||
|
Februari |
117,15 |
118,56 |
119,56 |
115,78 |
98,82 |
|||||||
|
Maret |
117,46 |
118,91 |
119,96 |
115,98 |
98,78 |
|||||||
|
April |
117,8 |
118,68 |
119,58 |
116,23 |
99,26 |
|||||||
|
Mei |
118,07 |
118,78 |
119,61 |
116,55 |
99,41 |
|||||||
|
Juni |
118,66 |
119,18 |
120,04 |
116,85 |
99,56 |
|||||||
|
Juli |
119,33 |
119,54 |
120,43 |
117,13 |
99,82 |
|||||||
|
Agustus |
120,51 |
120,22 |
121,23 |
117,41 |
100,24 |
|||||||
|
September |
122,53 |
121,43 |
122,72 |
117,67 |
100,9 |
|||||||
|
Oktober |
122,81 |
121,85 |
123,21 |
117,81 |
100,79 |
|||||||
|
November |
123,05 |
121,67 |
122,87 |
118,17 |
101,13 |
|||||||
|
Desember |
123,59 |
122,12 |
123,39 |
118,4 |
101,2 |
|||||||
|
|
|
|
|
|
|
|||||||
|
Rata-Rata 2010 |
128,62 |
126,37 |
128,26 |
120,78 |
101,77 |
|||||||
|
Januari |
124,73 |
123,26 |
124,77 |
118,76 |
101,19 |
|||||||
|
Februari |
125,27 |
123,92 |
125,51 |
119,17 |
101,09 |
|||||||
|
Maret |
125,33 |
123,84 |
125,35 |
119,40 |
101,20 |
|||||||
|
April |
125,56 |
124,13 |
125,57 |
119,98 |
101,15 |
|||||||
|
Mei |
125,73 |
124,28 |
125,68 |
120,29 |
101,16 |
|||||||
|
Juni |
126,76 |
125,02 |
126,57 |
120,58 |
101,39 |
|||||||
|
Juli |
129,24 |
126,99 |
129,02 |
120,99 |
101,77 |
|||||||
|
Agustus |
130,25 |
127,93 |
130,12 |
121,42 |
101,82 |
|||||||
|
September |
131,21 |
128,41 |
130,65 |
121,74 |
102,19 |
|||||||
|
Oktober |
131,91 |
128,55 |
130,76 |
122,02 |
102,61 |
|||||||
|
November |
133,16 |
129,42 |
131,79 |
122,38 |
102,89 |
|||||||
|
Desember |
134,27 |
130,67 |
133,33 |
122,68 |
102,75 |
|||||||
|
|
|
|
|
|
|
|||||||
|
Rata-Rata 2011 |
138,90 |
132,81 |
135,62 |
124,47 |
104,58 |
|||||||
|
Januari |
135,72 |
131,76 |
134,64 |
123,07 |
103,01 |
|||||||
|
Februari |
136,36 |
131,96 |
134,83 |
123,36 |
103,33 |
|||||||
|
Maret |
136,34 |
131,95 |
134,75 |
123,59 |
103,32 |
|||||||
|
April |
136,53 |
131,40 |
133,95 |
123,87 |
103,91 |
|||||||
|
Mei |
137,38 |
131,46 |
133,96 |
124,17 |
104,50 |
|||||||
|
Juni |
138,25 |
131,92 |
134,50 |
124,35 |
104,79 |
|||||||
|
Juli |
139,09 |
132,63 |
135,34 |
124,61 |
104,87 |
|||||||
|
Agustus |
140,27 |
133,45 |
136,34 |
124,86 |
105,11 |
|||||||
|
September |
140,71 |
133,80 |
136,74 |
125,06 |
105,17 |
|||||||
|
Oktober |
141,37 |
133,99 |
136,91 |
125,29 |
105,51 |
|||||||
|
November |
142,05 |
134,47 |
137,47 |
125,56 |
105,64 |
|||||||
|
Desember |
142,67 |
134,91 |
137,97 |
125,82 |
105,75 |
|||||||
|
|
|
|
|
|
|
|||||||
|
Rata-Rata 2012 |
145,75 |
138,49 |
142,05 |
128,00 |
105,24 |
|||||||
|
Januari |
143,57 |
135,78 |
138,99 |
126,27 |
105,73 |
|||||||
|
Februari |
143,31 |
136,36 |
139,63 |
126,69 |
105,10 |
|||||||
|
Maret |
143,00 |
136,61 |
139,83 |
127,14 |
104,68 |
|||||||
|
April |
143,45 |
137,00 |
140,25 |
127,46 |
104,71 |
|||||||
|
Mei |
143,93 |
137,38 |
140,69 |
127,69 |
104,77 |
|||||||
|
Juni |
144,82 |
138,08 |
141,54 |
127,91 |
104,88 |
|||||||
|
Juli |
145,86 |
138,97 |
142,63 |
128,15 |
104,96 |
|||||||
|
Agustus |
147,26 |
139,90 |
143,77 |
128,44 |
105,26 |
|||||||
|
September |
147,58 |
140,00 |
143,85 |
128,64 |
105,41 |
|||||||
|
Oktober |
148,29 |
140,22 |
144,05 |
128,88 |
105,76 |
|||||||
|
November |
148,57 |
140,52 |
144,37 |
129,22 |
105,72 |
|||||||
|
Desember |
149,34 |
141,06 |
144,98 |
129,52 |
105,87 |
|||||||
|
|
||||||||||||
|
Rata-Rata 2013(1) |
154,21 |
146,99 |
151,92 |
132,16 |
104,91 |
|||||||
|
Januari |
150,60 |
142,52 |
146,73 |
130,04 |
105,67 |
|||||||
|
Februari |
150,78 |
143,34 |
147,70 |
130,38 |
105,19 |
|||||||
|
Maret |
150,81 |
144,27 |
148,82 |
130,69 |
104,53 |
|||||||
|
April |
150,86 |
144,30 |
148,79 |
130,95 |
104,55 |
|||||||
|
Mei |
151,44 |
144,29 |
148,75 |
131,08 |
104,95 |
|||||||
|
Juni |
152,67 |
145,01 |
149,62 |
131,27 |
105,28 |
|||||||
|
Juli |
156,14 |
149,31 |
154,54 |
133,10 |
104,58 |
|||||||
|
Agustus |
157,04 |
150,54 |
156,13 |
133,51 |
104,32 |
|||||||
|
September |
157,61 |
150,73 |
156,26 |
133,91 |
104,56 |
|||||||
|
Oktober |
159,19 |
151,18 |
156,74 |
134,24 |
105,30 |
|||||||
|
November |
159,22 |
151,43 |
156,96 |
134,61 |
105,15 |
|||||||
|
Desember (2) |
110,55 |
108,43 |
109,95 |
105,43 |
101,96 |
|||||||
|
[Diolah dari Hasil Survei Harga Perdesaan, BPS] |
||||||||||||
|
Catatan/Note: |
||||||||||||
|
(1) Rata-rata 2013 mencakup
Januari–November 2013 dengan tahun dasar 2007=100/The average of 2013 covers
January–November 2013 |
||||||||||||
|
with base year 2007=100 |
||||||||||||
|
(2) Mulai Desember 2013,
penghitungan NTP menggunakan tahun dasar 2012=100/Since December 2013, NTP
calculation has used base year |
||||||||||||
|
2012=100 |
||||||||||||
Pada bulan Oktober 2008, nilai tukar petani rata-rata
dari tahun ke tahun terlihat stabil. Terlihat dari data tahun ke tahun pada NTP
nasional bulan Oktober 2008 sebesar 99.2 berarti daya beli petani lebih rendah
daripada daya beli petani tahun dasar. Tahun dasar yang di gunakan adalah tahun
2007. Penurunan NTP disebabkan terjadinya penurunan harga hasil produksi
pertanian, sedangkan harga barang dan jasa yang di konsumsi oleh rumah tangga
ataupun untuk keperluan produksi pertanian naik.
2.3.4
Upah
buruh
|
Tabel 3.4 Upah Nominal dan Riil
Buruh Tani di Indonesia (Rupiah), 2008 – 2013 (2007=100) |
||||||||
|
Tahun dan Bulan |
Buruh Tani (Harian) |
|
||||||
|
Nominal |
Riil |
|
||||||
|
2013 |
|
|
|
|
||||
|
|
Januari |
41066 |
27987 |
|
||||
|
|
Februari |
41219 |
27908 |
|
||||
|
|
Maret |
41361 |
27792 |
|
||||
|
|
April |
41470 |
27871 |
|
||||
|
|
Mei |
41518 |
27912 |
|
||||
|
|
Juni |
41588 |
27795 |
|
||||
|
|
Juli |
41900 |
27096 |
|
||||
|
|
Agustus |
42041 |
26927 |
|
||||
|
|
September |
42217 |
27017 |
|
||||
|
|
Oktober |
42322 |
27002 |
|
||||
|
|
November |
42480 |
27065 |
|
||||
|
|
Desember |
43562 |
27646 |
|
||||
|
2012 |
|
|
|
|
||||
|
|
Januari |
39727 |
28582 |
|
||||
|
|
Februari |
39854 |
28542 |
|
||||
|
|
Maret |
40002 |
28607 |
|
||||
|
|
April |
40082 |
28579 |
|
||||
|
|
Mei |
40166 |
28549 |
|
||||
|
|
Juni |
40257 |
28443 |
|
||||
|
|
Juli |
40330 |
28276 |
|
||||
|
|
Agustus |
40434 |
28124 |
|
||||
|
|
September |
40518 |
28167 |
|
||||
|
|
Oktober |
40613 |
28193 |
|
||||
|
|
November |
40761 |
28234 |
|
||||
|
|
Desember |
40877 |
28194 |
|
||||
|
2011 |
|
|
|
|
||||
|
|
Januari |
38648 |
28705 |
|
||||
|
|
Februari |
38769 |
28755 |
|
||||
|
|
Maret |
38852 |
28832 |
|
||||
|
|
April |
38976 |
29098 |
|
||||
|
|
Mei |
39082 |
29175 |
|
||||
|
|
Juni |
39144 |
29104 |
|
||||
|
|
Juli |
39215 |
28975 |
|
||||
|
|
Agustus |
39287 |
28816 |
|
||||
|
|
September |
39345 |
28774 |
|
||||
|
|
Oktober |
39412 |
28787 |
|
||||
|
|
November |
39503 |
28736 |
|
||||
|
|
Desember |
39599 |
28701 |
|
||||
|
2010 |
|
|
|
|
||||
|
|
Januari |
37426 |
29997 |
|
||||
|
|
Februari |
37637 |
29987 |
|
||||
|
|
Maret |
37721 |
30093 |
|
||||
|
|
April |
37844 |
30138 |
|
||||
|
|
Mei |
37897 |
30153 |
|
||||
|
|
Juni |
37946 |
29980 |
|
||||
|
|
Juli |
38069 |
29507 |
|
||||
|
|
Agustus |
38198 |
29356 |
|
||||
|
|
September |
38301 |
29315 |
|
||||
|
|
Oktober |
38382 |
29354 |
|
||||
|
|
November |
38494 |
29209 |
|
||||
|
|
Desember |
38577 |
28934 |
|
||||
|
2009 |
|
|
|
|
||||
|
|
Januari |
36190 |
30551 |
|
||||
|
|
Februari |
36392 |
30438 |
|
||||
|
|
Maret |
36526 |
30449 |
|
||||
|
|
April |
36632 |
30633 |
|
||||
|
|
Mei |
36742 |
30718 |
|
||||
|
|
Juni |
36827 |
30680 |
|
||||
|
|
Juli |
36908 |
30747 |
|
||||
|
|
Agustus |
37002 |
30521 |
|
||||
|
|
September |
37065 |
30292 |
|
||||
|
|
Oktober |
37105 |
30115 |
|
||||
|
|
November |
37230 |
30301 |
|
||||
|
|
Desember |
37305 |
30233 |
|
||||
|
2008 |
|
|
|
|
||||
|
|
Januari |
16106 |
2550 |
|
||||
|
|
Februari |
16277 |
2575 |
|
||||
|
|
Maret |
16407 |
2576 |
|
||||
|
|
April |
16658 |
2611 |
|
||||
|
|
Mei |
28986 |
26999 |
|
||||
|
|
Juni |
34908 |
30821 |
|
||||
|
|
Juli |
35225 |
30583 |
|
||||
|
|
Agustus |
35348 |
30520 |
|
||||
|
|
September |
35455 |
30358 |
|
||||
|
|
Oktober |
35544 |
30259 |
|
||||
|
|
November |
35704 |
30404 |
|
||||
|
|
Desember |
35842 |
30393 |
|
||||
|
Catatan :
Sebelum Mei 2008 Upah BuruhTani menggunakan Tahun Dasar 1996=100 |
|
|||||||
|
|
|
|||||||
|
Tabel 3.5 Upah
Nominal dan Riil Buruh Tani di Indonesia (Rupiah), 2014-2015 |
|
|||||||
|
(2012=100) |
|
|||||||
|
|
|
|||||||
|
Tahun dan bulan |
Buruh Tani (Harian) |
|
||||||
|
Nominal |
Riil |
|
||||||
|
2014 |
|
|
|
|
||||
|
|
Januari |
43808 |
39383 |
|
||||
|
|
Februari |
43992 |
39372 |
|
||||
|
|
Maret |
44125 |
39416 |
|
||||
|
|
April |
44212 |
39514 |
|
||||
|
|
Mei |
44314 |
39516 |
|
||||
|
|
Juni |
44430 |
39330 |
|
||||
|
|
Juli |
44569 |
39134 |
|
||||
|
|
Agustus |
44717 |
39119 |
|
||||
|
|
September |
44833 |
39045 |
|
||||
|
|
Oktober |
44924 |
38955 |
|
||||
|
|
November |
45026 |
38466 |
|
||||
|
|
Desember |
45491 |
37839 |
|
||||
|
2015 |
|
|
|
|
||||
|
|
Januari |
45846 |
38144 |
|
||||
|
|
Februari |
46059 |
38605 |
|
||||
|
|
Maret |
46180 |
38522 |
|
||||
|
|
April |
46306 |
38546 |
|
||||
Sumber
: data Badan Pusat Statistik
Dilihat dari tabel 3.7 Upah Nominal Buruh Tani (harian)
di Indonesia terus meningkat dari tahun 2014 ke tahun 2015. Namun tidak sejalan dengan upah riil yang
mengalami naik turun. Pada bulan Februari-Maret
2015 misalnya, upah riil buruh tani menurun sebesar 83 dan naik lagi
pada bulan April 2015.
2.3.5
Pariwisata
Tabel 3.6 Jumlah Kedatangan Wisatawan ke Indonesia
|
Tahun |
Bulan |
|||||||||||
|
Januari |
Februari |
Maret |
April |
Mei |
Juni |
Juli |
Agustus |
Septem-ber |
Oktober |
Novem-ber |
Desemb-er |
|
|
2008 |
437 966 |
465 449 |
502 041 |
459 129 |
508 955 |
529 064 |
567 364 |
599 506 |
501 018 |
529 391 |
524 162 |
610 452 |
|
2009 |
473 165 |
421 555 |
511 314 |
487 121 |
521 735 |
550 582 |
593 415 |
566 797 |
493 799 |
547 159 |
531 669 |
625 419 |
|
2010 |
493 799 |
523 135 |
594 242 |
555 915 |
600 031 |
613 422 |
658 476 |
586 530 |
560 367 |
594 654 |
578 152 |
644 221 |
|
2011 |
548 821 |
568 057 |
598 068 |
608 093 |
600 191 |
674 402 |
745 451 |
621 084 |
650 071 |
656 006 |
654 948 |
724 539 |
|
2012 |
652 692 |
592 502 |
658 602 |
626 100 |
650 883 |
695 531 |
701 200 |
634 194 |
683 584 |
688 341 |
693 867 |
766 966 |
|
2013 |
614 328 |
678 415 |
725 316 |
646 117 |
700 708 |
789 594 |
717 784 |
771 009 |
770 878 |
719 903 |
807 422 |
860 655 |
|
2014 |
753 079 |
702 666 |
765 607 |
726 332 |
752 363 |
851 475 |
777 210 |
826 821 |
791 296 |
808 767 |
764 461 |
915 334 |
|
2015 |
723 039 |
786 653 |
789 596 |
749 882 |
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumber
: data Badan Pusat Statistik
Jika
dilihat dari tahun ke tahun, jumlah wisatawan ke Indonesia cendrung meningkat
walaupun dari bulan ke bulan selalu mengalami naik turun. Pada bulan Oktber
2014 wisatawan yang datang mencapai 808,7 ribu orang dan selalu naik di bulan pada bulan Oktober sebelumnya.
Data ini menunjukkan bahwa pada periode Januari-Oktober 2014 selalu mengalami
peningkatan. Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa masyarakat
internasional memandang situasi Indonesia semakin aman.
2.3.6
Sumber
Daya Manusia
Prof.
Dr. Sudarwan Darnim dalam bukunya Ekonomi
Sumber Daya Manusia berpendapat bahwa di tengah-tengah ketidakmampuan
bersaing, banyak warga negara di negara-negara terbelakang dan sedang
berkembang cendrung makin tamak padak sumberdaya alam yang jauh lebih
mencukupi. Bahkan tambang dikuras sesuka hati, tanpa memerhatikan dimensi
lingkungan. Hutan pun menjadi gundul akibat peladangan berpindah, sistem
pengusahaan hutan yang tidak memerihatikan dimensi kelestarian lingkungan,
ekspansi wilayah di pemukiman dan lahan sawah menjadi lokasi pembanguna pabrik.
Bahkan, kawasan daerah aliran sungai (DAS), kawasan cagar alam, dan cagar
budaya pun ikut terlibas. Bersamaan dengan itu, alokasi dana untuk investasi di
bidang pengembangan SDM nyaris tidak pernah dinomorsatukan, hingga masyarakat
di negara-negara terbelakang dan sedang berkembang ini sangant jauh dari
keunggulan untuk bersaing.
Institusi
pendidikan persekolahan, terutama institusi pendidikan tinggi tidak akan luput
dari landaan globlaisasi ini, terutama dalam kapasitasnya menyiapkan SDM yang
bermutu. Tahun-tahun terakhir ini, dinamika perubahan yang terjadi di
universitas menunjukkan bahwa kita tengah memasuki agenda kerja yang lain dari sebelumnya, berupa era baru perguruan
tinggi laksana sebuah hall akademi yang tumbuh pada abad otomasi.
Kehadiran
era global telah mendorong kelahiran kompetisi atas ide ide baru dan bersamaan
dengan itu, praktik-praktik baru pun telah muncul dengan wajah kultur dan
kemampuan persaingan secar ekonomi yang berbeda. Keunggulan komparatif yang
selama ini terasa tidak memadai untuk memenangi sebuah persaingan, saat ini
terasa tidak memadai lagi. Kini, kita harus membangun keunggulan kompetitif
meskipun keunggulan komparatif tidak selalu berarti harus ditinggalkan.
2.3.7
Utang
Luar Negri
Tulus
Tambunan dalam bukunya Usaha Mikro Kecil Dan Menengah di Indonesia utang luar negri (ULN)
Indonesia sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan. Sampai September 2000 total
ULN mencapai US$ 149,903 juta (atau Rp149 ribu triliun). Jumlah ini terbagi
dalam untang swasta (US$ 85,608 juta) dan utang publik (US$ 55,195 juta).
Masalah muncul ketika beban pembayaran cicilan utang luar
negri tersebut memberatkan PBN karena hampir 1/3 anggaran negara digunakan
untuk membayar cicilan utang luar negri. Bahkan kini Indonesia telah masuk ke
dalam jebakan utang karena jumlah utang luar negri yang didapat lebih kecil
daripada kewajiban membayar cicilan utang. Sebagai gambaran, untuk APBN tahun
2001, Indonesia mendapat utang baru sebesar Rp35,9 triliun, sementara kewajiban
untuk membayar cicila pokok bunga utang mencapai Rp38,8 triliun. Hal yang lebih
menyesakkan adalah utang yang dibuat swasta pun akhirnya menjadi beban negara.
Fenomena utang yang ‘menyesakkan” bangsa ini terus
terjadi pada tahun 2002, 2003, 2004, bahkan 2005, setelah bantuan untuk Nangroe
Aceh Darussalam dan Sumatra Utara dari seluruh dunia yang mencapai total
sekitar 10miliar US dollar, yang sebagian besarnya adalah utang.
Tabel 3.9 Posisi Utang Luar Negri
Pemerintah dan Bank Sentral
Sumber : Statistik Utang Luar Negri Indonesia (www.bi.go.id )
III.
Kesimpulan
Meskipun
gambaran kehidupan dalam negara berkembang tampak bburan, namun selalu ada
upaya pemerintah untuk memberantas dan meningkatkan aspek-aspek ekonomi untuk
menjadikan negara lebih baik. Seperti negara Indonesia sebagai negara
berkembang yang selalu berupaya untuk menjadi negara yang lebih baik dari tahun
ke tahun.
Daftar Pustaka
Danim, Sudarwan.
2004. Ekonomi Sumber Daya Manusia.
Jakarta: Pustaka Setia
Farida, Ai Siti,
S.E., M.Si. 2011. Sistem Ekonomi
Indonesia. Bandung:
Pustaka Setia
Grossmen, Gregory.
2000. Sistem-sitem Ekonomi. Jakarta:
Bumi Aksara
Indonesia, Bank.
2015. http://www.bi.go.id. 12 Juni 2015
Mankiw, N. Gregory.
2000. Pengantar Ekonomi Jilid I.
Jakarta: Erlangga
Partadiredja, Ace. 1981. Pengantar Ekonomika.Semarang: C.V. Agung Semarang
Statistik, Badan
Pusat. 2015. http://bps.go.id/index.php. 11 Juni 2015
Tambunan, Tulus TH. 2012. Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia.
J
Torado, Michael P. 2001. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga.
Jakarta:Erlangga
Komentar
Posting Komentar