Komunitas Beatbox Sumbar, Buktikan Eksistensi
Musik
adalah suara yang disusun
demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara
yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama. Secara spesifik,
musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik berupa irama yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik.
Tak hanya berasal dari alat yang diciptakan manusia, musik juga dapat lahir
dari instrumen alami. Misalnya saja mulut. Musik ang dihasilkan dari kelincahan
mulut ini populer dengan sebutan beatbox.
Beatbox merupakan salah satu bentuk seni
menirukan alat musik yang menghasilkan ritme yang indah. Bunyi-bunyi tersebut
dihasilkan dari olah padu dan gerakan mulut, lidah, bibir serta kerongkongan. Beatbox dalam
dunia Hip Hop mulai dikenal pada tahun 1980-an. Kata "beat box"
secara harfiah mengacu pada mesin drum generasi pertama, oleh sebab itu para
beatboxer pada era tersebut sering dijuluki sebagai "Human Beat Box".
Musisi yang
menjadi pelopor diataranya Doug E. Fresh, Darren "Buffy" Robinson
dari grup The Fatboys, dan Leonardo "Wise" Roman dari Stetsasonic.
Masing-masing musisi mempelopori ciri khas dan gaya yang berbeda-beda dan
menginspirasi generasi beatboxer berikunya. Selain menghasilkan suara
ketukan dan ritme, pada era ini musisi Biz Markie
juga memperknalkan teknik MCing dan menyanyi yang digabungkan dengan suara perkusi.
Di Sumatra Barat, komunitas musik
beatbox mulai banyak digandrungi oleh anak muda, terlihat banyaknya beatboxer
(sebutan untuk pemain beatbox) yang tergabung dalam komunitas-komunitas beatbox
di Sumatera Barat. Salah satunya komunitas West Sumatra Beatbox (WSBX). WSBX
berdiri tahun 2014 yang didirikan oleh Sadri Fatwa dan Rahman Dhuha yang merupakan
wadah seluruh komunitas beatbox di
Sumatra Barat diantaranya Freakpower Bukittinggi, Dento Beatbox Sawahlunto, Solok Beatbox
Clan, Funtastic Sound Payakumbuh
dan lainnya.
Rahman Dhuha salah satu Beatboxer menuturkan, musik
Beatbox di Padang sudah hadir sekitar 5 tahun yang lalu. Saat ini ia
tergabung dalam komunitas WSBX yang berpusat di Padang. “Beatbox
di kota Padang hadir sekitar 5 tahun yang lalu, saya mulai aktif dan tergabung
dalam komunitas WSBX,” tuturnya.
Rahman
pertama kali belajar saat dirinya masih duduk di bangku SMA. Ketertarikannya
pada beatbox berawal dari program
acara berita di salah satu stasiun televisi yang menayangkan komunitas beatbox. Saat itu ia mulai
belajar otodidak dari situs berbagi video Youtube bersama dua
orang temannya. ''Saya mulai belajar dari SMA, hinga sekarang saya masih belajar
teknik baru dan juga sharing dengan beatboxer lainnya," ucap pria yang
berusia 21 tahun ini.
Rahman
mengaku, saat pertama melihat beatbox ia
langsung tertarik untuk mempelajarinya karena beatbox adalah seni bermain musik yang tidak biasa serta membutuhkan latihan dan skill
kusus untuk menguasainya. “Saya menyukai hal baru. Awalnya hanya bermain
teknik biasa, tapi sekarang sudah menguasai berbagai macam teknik beatbox” ujar salah satu founder WSBX
ini.
WSBX
sering hadir di berbagai event di
kota Padang salah satunya anniversary Semen
Indonesia, dan GGround sekeliling kota Padang. Selain menghadiri event, WSBX juga mengadakan event
seperti Beatbox Gathering yang menjadi event
besar
yang diadakan dua tahun sekali.
Pada tahun 2014 lalu, telah
diadakan Beatbox Gathering
se-Sumtra Barat dan dalam
perencanaan waktu dekat akan diadakan Beatbox Gathering II yang meliputi Sumbar, Riau dan Jambi . Bukan hanya
itu, WSBX pernah mendapat posisi runner
up pada ajang Java
Beatbox Se-Indonesia yang diadakan di Jakarta, tahun 2015.
Sejauh
ini, untuk mengikuti event lomba beatbox
di luar kota, WSBX mengaku masih kesulitan dalam hal biaya transportasi. “Biaya
transportasi yang besar dan sponsor yang
masih minim membuat kami kami kesulitan mengikuti lomba di luar kota
maupun di luar negeri.“ ujar mahasiswa jurusan teknik mesin di salah satu
universitas negeri di kota Padang ini.
Untuk
kegiatan latihan, komunitas ini selalu berkumpul di teater terbuka
Taman Budaya, Padang. Saat ini, WSBX aktif latihan pada setiap Minggu sore.
Hingga sekarang, jumlah member komunitas
ini telah lebih dari 200 orang dan akan selalu bertambah. “WSBX selalu dengan
senang hati menerima member baru dan tidak ada syarat apapun asal aktif dan
punya keinginan untuk selalu belajar“ ungkap pria kelahiran Lintau Buo, 25 Januari
1995 ini.
Komunitas
beatbox ini berharap bisa menjadi wadah insan beatboxer kreatif kota Padang yang lebih baik dan menjadi komunitas
yang lebih aktif sehingga menciptakan beatboxer yang tidak hanya berkarya di
Sumatera Barat saja, tapi dapat aktif di nasional maupun internasional. (PS)
Komentar
Posting Komentar