1.      Marketing Mix

Marketing mix merupakan frase yang paling dikenal dalam dunia pemasaran dan menggambarkan elemen dasar dan taktis dari rencana pemasaran.Istilah ini pertama kali digunakan pada 1964 oleh Profesor Neil Borden, seorang professor periklanan di Harvard Business School, dan inilah salah satu kontribusi besarnya untuk periklanan dan teori pemasaran. Juga dikenal sebagai four P’s, elemen-elemen dari marketing mix sendiri adalah produk (product), harga (price), lokasi (place), dan promosi (promotion). Memosisikan mereka semua dalam kombinasi yang tepat.Dan pada waktu yang tepat mengirimkan produk kepada konsumen.

Pada masa sekarang, 4 elemen tadi dirasa belum cukup untuk memenuhi pemasaran yang efektif. Maka dari itu terdapat satu elemen lagi yang akan melengkapi proses pemasaran. Yaitu adalah komunikasi (communication).Sehingga 4p tadi dilengkapi menjadi 4P+1C. Selanjutnya kita akan membahas elemen-elemen pemasaran ini.

Product – kategori ini meliputi semua proses yang terlibat dari pengembangan prototype produk sampai memproduksi barang jadi. Kategori ini juga menggabungkan fitur produk dengan keuntungan, branding, pengemasan, dan bahkan layanan purna jual, seperti garansi produk, garansi onderdil, dan garansi jasa.

Price – menentukan harga suatu barang atau jasa membutuhkan faktor-faktor berikut ini yang harus dipertimbangkan secara benar: biaya, profitabilitas, nilai mata uang, tingkat persaingan,dan insensitive. Menurut teori ekonomi, harga adalah cerminan dari apa yang disiapkan penjual untuk dijual dan apa yang pembeli siapkan untuk dibayar. Artinya, baik pembeli maupun penjual memiliki informasi yang sama mengenai biaya produksi dari barang tersebut. Promosi dan penawaran khusus (contoh: promosi beli dua dapat satu, atau beli satu gratis satu), diskon bersaing terhadap barang yang mirip, dan persaingan merupakan contoh di mana pemasaran akan menggunakan mekanisme harga.

Place – adalah saluran distribusi di mana produk atau jasa disediakan untuk pembeli. Place meliputi bagaimana sebuah barang di akses oleh target pasar dan juga logistic mengenai bagaimana barang dan jasa sampai pada titik penjualan.

Saluran distribusi ini sekarang mengalami perubahan. Dengan mengakses internet konsumen dapat berbelanja tanpa harus keluar rumah, dan ini telah mengubah cara orang dalam berbelanja.

Promotion – ini mencakup semua aktifitas yang perusahaan lakukan untuk memperoleh barang atau jasa dihadapan pelanggan. Promosi menjadi bagian dari kampanye dan kombinasi antara periklanan, PR, serta direct mail yang diadopsi berdasarkan sifat produk dan target audiens yang disasar. Bauran promosi yang sesuai atas suatu produk dan pasarnya memuat kombinasi sejumlah elemen promosi yang berupa periklanan, promosi penjualan (bagaimana produk dipamerkan di toko), manajemen penjulan (bagaimana tenaga penjualan beroperasi), PR dan pemasaran langsung.Ketika sebuah produk baru diluncurkan, kampanye pemasaran perlu mengombinasikan sebagian besar atau bahkan semua elemen-elemen tersebut.

Communication – pada konsep ini, Communication berhubungan erat dengan promosi yang dilakukan oleh perusahaan. Hal ini penting untuk diperhatikan agar pada tahap promosi ini perusahaan dapat mengomunikasikan dengan benar tentang sebuah produk.Sehingga konsumen tidak mengarah hanya pada promosi dalam arti sempit seperti potongan harga, bonus, hadiah langsung dan lain sebagainya.

 

2.      Consumer-market Sales Promotion Techniques/teknik promosi:

a.      Coupons (kupon)

Sertifikat yang memberi hak pada pemegangnya untuk mendapatpengurangan harga seperti yang tercetak untuk pembelian produk tertentu. Kupondapat dikirim, disertakan atau dilampirkan pada produk, atau diselipkan dalmiklan di majalah dan koran. Kupon agar efektif sebaiknya memberika penghematan 15% sampai 20%

b.      Price-off Deals.

Memberikan potongan harga langsung di tempat pembelian, biasanya potongan harga berkisar dari 10% -25%.

c.       Premium and advertising specialties

Barang yang ditawarkan dengan biaya yang relative rendah atau gratis sebagai insentif untuk membeli produk tertentu.Premi dengan paket menyertai produk di dalam atau pada kemasan.Kemasan itu sendiri, jika berupa wadah yang dapat digunakan kembali dapat berfungsi sebagai premi. Contohnya: sabun lux melakukan promosi yang menyelipkan cincin berlian dalam kemasannya.
advertising specialties mempunya 3 elemen kunci, yaitu: a message, place on a useful item, and given to consumers with no obligation. Contohnya kalender, t-shirts, coffe mugs, topi base ball, pens and computer mose pad.

d.      Contest and sweepstakes (Kontes dan Undian)

Hadiah adalah tawaran kesempatan untuk memenangkan uang tunai,perjalanan atau barang-brang karena membeli sesuatu. Ada juga beberapa kontestentang mebuat jingle suatu produk.

e.       Sampling and trial offers (pemberian contoh produk)

Penawaran gratis untuk sejumlah produk atau jasa. Sampel itu dapatdikirim dari rumah ke rumah, dikirim lewat pos, diambil di toko, disertakan padaproduk lain atau dipajang dalam suatu penawaran iklan. Pemberian sample adalahcara yang paling efektif dan paling mahal untuk memperkenalkan suatu produk baru.

f.         Brand (Product) placement

Salah satu teknik dari sales promotion untuk mencapai pasar dengan memasukan produk pada sebuah acara televise atau film.Contoh: agent inggris 007, james bond, menggantikan mobil Aston martin sports dengan New BMW Z3, suatu penempatan merk pada film golden eye sehingga pihak promosi BMW menghasilkan 6000 pesanan untuk tipe Z3.

g.       Rebates (Rabat/ tawaran pengembalian tunai)

Memberikan pengurangan harga setelah pembelian terjadi dan bukab pada took pengecer. Konsumen mengirim bukti pembelian tertentu kepada produsen.Dikenal dalam tawaran barang konsumsi sebagai beli tiga, dapat satu gratis.

h.       Frequency (Continuity) programs

 Frequency programs, juga mengarah kepada program-program yang berkelanjutan, seperti menawarkan konsumen discount atau hadiah produk gratis untuk mencapai terjadinya pengulangan dalam pembelian atau langganan dari merk atau perusahaan yang sama.

i.         Event Sponsorship

Ketika perusahaan mensponsori suatu acara, seperti pertandingan balap mobil, konser musicatau acara amal, itu membuat merk sangat ditonjolkan pada acara tersebut sehingga membuatkredibilitas Merk meningkat bersamaan dengan para penonton di acara tersebut.Contoh: Bank Mandiri mensponsori acara berbagi dengan aceh, Wishmilak mengadakan pertandingan Tennis international di Bali.

Tie-in promotion

Is the linking of two products in advertising and in store merchandising promotion
Contoh: Promosi film Lord of the Rings movies pada 10.000 restoran Burger King.Demikian juga dengan JVC, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang elektronik yang menanda tangani kontrak eksklusif mensponsori trilogy dari film lord of The Rings. Produk dari JVC adalah DVD players dan VCR paket yg mempromosikan The Fellowship of The New Line.

Loyalty Strategies

Loyalty atau di dunia marketing dikenal dengan istilah brand loyalty dapat di indikasikan dari tingkat ketahanan pelanggan berada pada satu perusahaan (Customer retention rate).Untuk menciptakan pelanggan-pelanggan yang setia, perusahaan dituntut untuk melakukan diskriminasi antara pelanggan-pelanggan yang menguntungkan dan yang tidak menguntungkan bagi perusahaan.

3. Strategi Promosi

A.  Definisi Strategi Promosi

Promosi adalah suatu kegiatan bidang marketing yang merupakan komunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada pembeli atau konsumen yang memuat pemberitaan, membujuk, dan mempengaruhi segala sesuatu mengenai barang maupun jasa yang dihasilkan untuk konsumen, segala kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan dengan menarik minat konsumen dalam mengambil keputusan membeli di perusahaan tersebut.

Menurut Tjiptono (2001 : 219) promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

Selanjutnya Kotler (2002:41) menyatakan bahwa “Promosi adalah berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang menonjolkan keistimewaan-keistimewaan produknya yang membujuk konsumen sasaran agar membelinya”.

B. Tujuan strategi promosi

Tujuan dari promosi penjualan sangat beraneka ragam yakni merangsang permintaan, meningkatkan hasrat konsumen untuk mencoba produk, membentuk goodwill, meningkatkan pembelian konsumen, juga bisa mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak serta meminimimkan perilaku berganti-ganti merek, atau mendorong konsumen untuk mencoba pembelian produk baru. Adapun tujuan dari pada perusahaan melakukan promosi menurut Tjiptono (2001:221) adalah menginformasikan (informing), mempengaruhi dan membujuk (persuading) serta mengingatkan (reminding) pelanggan tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. .

Tujuan Utama Strategi Promosi Penjualan Produk

3.1. Meningkatkan Volume - Strategi promosi penjualan sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan tujuan jangka pendek bisnis anda. Bisa anda lakukan untuk menghabiskan stok lama, mengurangi stok yang ada di gudang atau untuk memenuhi stok yang ada di tingkat pengecer sebelum pesaing anda memperkenalkan produknya.

3.2. Meningkatkan Pembeli Petonsial - Strategi promosi penjualan juga bisa membuat pembeli potensial anda datang untuk menggunakan produk atau jasa anda. Pembeli potensial adalah orang yang tidak pernah menggunakan produk atau jasa anda atau hanya pernah menggunakan produk atau jasa sejenis dari pesaing anda.Strategi promosi penjualannya bisa anda lakukan dengan cara:

•   Memberikan sampel gratis atau kupon untuk mencoba sehingga calon pembeli dapat mencoba produk atau jasa anda.

•   Memberikan manfaat tambahan sehingga produk atau jasa anda tampak superior dibandingkan produk sejenis.

•   Memberikan manfaat finansial jangka pendek. Bisa dengan cara memberikan angsuran pembelian tanpa bunga, tentunya dengan memperhatikan situasi dan kondisi usaha anda.

3.3. Meningkatkan Pembelian Ulan - Strategi promosi penjualan dengan cara promosi pembelian kembali bisa digunakan untuk meningkatkan pembelian tetap atau pembelian dalam jumlah besar. Anda bisa gunakan cara-cara efektif seperti :

•   Kupon di dalam produk yang berisi potongan harga bagi pembelian selanjutnya.

•   Menggunakan cara “beli tiga gratis satu”.

•   Atau menggunakan cara “10 kupon gratis satu”.

3.4. Meningkatkan Loyalitas - Promosi loyalitas lebih ke memberikan daya tarik berupa manfaat jangka panjang kepada konsumen. Contohnya adalah anda memberikan sebuah kupon berisi manfaat tertentu. Bagi siapa saja yang mendapatkan kupon tersebut berhak menjadi anggota klub yang di dalamnya berisi fasilitas-fasilitas yang anda berikan secara khusus.

3.5. Memperluas Kegunaan - Pada saat kegunaan awal sebuah produk atau jasa mulai menghilang, anda harus segera memperluas kegunaan produk atau jasa anda. Contohnya seseorang berusaha memperluas kegunaan taksi motornya. Dia merubah layanan jasa yang tadinya hanya mengantar penumpang menjadi layanan antar jemput anak sekolah.

3.6. Menciptakan Ketertarikan -  Cara agar konsumen anda tidak bosan adalah dengan menciptakan ketertarikan. Anda bisa melakukan strategi promosi produk dengan sebuah cara yang sama sekali baru untuk melakukan sesuatu, dan orang-orang senang melakukannya.

3.7. Menciptakan Kesadaran - Beberapa strategi promosi produk sangat efektif untuk membuat orang menyadari akan suatu produk. Kalau anda punya, gunakan tim penjualan untuk mempromosikan produk atau jasa anda. Kalau contoh strategi promosi produknya adalah anda bisa melakukannya promosi gabungan dengan produk atau jasa lain yang sudah dikenal di pasar tertentu.

3.8. Mengalihkan Perhatian dari Harga - Satu hal yang saya senangi dari tujuan strategi promosi produk adalah mengalihkan perhatian konsumen dari harga sehingga tidak terjebak dalam perang harga. Banyak cara agar konsumen anda bisa anda alihkan perhatiannya dari segi harga. Contohnya seperti:

•   Beli tiga gratis satu.

•   Discount untuk pembelian berikutnya.

•   Atau menawarkan kemasan dengan isi lebih banyak, seperti yang dilakukan kemasan shampoo sachet, “isi 30% lebih banyak”.

3.9. Mendapatkan Dukungan dari Perantara. - Contoh strategi promosi produknya adalah :

•   Program “member get member” yang memberikan uang bagi pelanggan apabila membawa konsumen lain.

•   Memberikan penawaran harga yang bisa membuat marjin distributor, agen, pengecer atau sales anda lebih tinggi.

3.10. Melakukan Diskriminasi Para Pengguna - Diskriminasi di antara sesama pengguna memungkinkan usaha anda mengembangkan paket khusus dari produk, harga, distribusi dan promosi untuk kategori yang berbeda. Kalau anda masih bingung, contohnya seperti ini:

•   Anda memberikan harga khusus bagi mereka yang melakukan pemesanan lebih awal atau melalui tempat tertentu seperti datang langsung ke toko anda, pemesanan khusus melalui web atau yang lainnya.

D.   Fungsi strategi promosi

Fungsi dari strategi promosi penjualan adalah untuk mencapai tujuan komunikasi.Teknik-teknik komunikasi dan insentif memberikan beberapa keuntungan, promosi penjualan dapat digunakan untuk menargetkan pembeli, menjawab kesempatar khusus, dan menciptakan insentif pembelian.

E.    Kegiatan Promosi

Ada empat jenis kegiatan promosi, antara lain : (Kotler, 2001:98-100)

·         Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Jenis periklanan :

·         Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi antara penjual dengan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga pelanggan kemudian akan mencoba dan membelinya. Sifat-sifat penjualan tatap muka:

·         Publisitas (Publisity), merupakan usaha untuk merangsang permintaan suatu produk secara non-personal dengan memuat berita komersial yang menarik mengenai  produk tersebut didalam media cetak atau lainnya, mapun hasil wawancara yang disiarkan dalam media tersebut.

·         Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian oleh konsumen dan efektifitas penyalur, melalui pameran, pertunjukan, demonstrasi, peragaan. Jenis-jenis promosi :

·         Pemasaran Langsung (Direct marketing), yaitu suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.

 

G.StrategiPengeluaranPromosi

 

1. Marginal Approach

Pendekatan ini memberi jalan keluar bahwa pengeluaran optimal untuk masing-masing metode promosi ditentukan dengan kondisi MR=MC (Marginal Revenue = Marginal Cost)

2. Breakdown Method

Metode ini terdiri atas beberapa macam, yaitu:

·         Percentage-of-Sales Approach : Besarnya anggaran promosi ditentukan berdasarkan persentase tertentu dari penjualan (tahun lalu atau prediksi penjualan tahun depan) atau dari harga jual.

·         Affordable Method : Besarnya anggaran promosi ditetapkan berdasarkan perkiraan manajemen mengenai kemampuan keuangan perusahaan.

·         Return-On-Investment Approach : Pengeluaran promosi dianggap sebagai investasi. Oleh karena itu besarnya anggaran promosi yang sesuai ditentukan dengan membandingkan tingkat return yang diharapkan (expected return) dantingkat return yang diinginkan (desired return).

·         Competitive-Parity Approach :Dalammetodeini, anggaran promosi suatu perusahaan harus sesuai atau sama dengan pengeluaran promosi pesaingnya. AsumsidalampendekataniniadalahAnggaranpromosiberhubungan langsung dengan pangsa pasar. Dengan demikian agar pangsanpasarnya tidak berubah, maka pengeluaran promosi pesaingnya.Pengeluaran pesaingmerupakan kebijakan yang kolektif dari suatu industri.Dengan mempertahankan kesamaan, makamerang promosi dapat dihindari.

3.  Build-Up Method (Objective-and-Task Method)

Penentuan anggaran promosi dilakukan dengan cara menentukan tujuan-tujuan iklan, personal selling, dan sales promotion dari setiap lini produk,menentukan tugas-tugas yangharusdilakukandanbesarnyabiayauntukmencapaitujuan-tujuantersebut

 

4. Inovasi

Pengertian Inovasi

Inovasi adalah suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnyaSeseorang yang inovatif akan selalu berupaya melakukan perbaikan, menyajikan sesuatu yang baru/unik yang berbeda dengan yang sudah ada. Inovatif merupakan implikasi dari karakteristik wirausahawan yang mampu membawa perubahan pada lingkungan sekitarnya.Inovatif secara tidak langsung menjadi sifat pembeda antara wirausahawan dengan orang biasa, maupun pengusaha.

Adapun pengertian Inovasi menurut para ahli, yaitu:

·         Pengertian Inovasi menurut Everett M. Rogers

Mendefisisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi.

·         Pengertian Inovasi menurut Stephen Robbins

Mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa.

·         Stephen Robbins (1994)

Mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa.

Sifat Perubahan Dalam Inovasi Ada 6 Kelompok Yaitu :

1)      Penggantian (substitution)

Misalnya : Inovasi dalam penggantian jenis sekolah, penggantian bentuk perabotan, alat-alat atau sistem ujian yang lama diganti dengan yang baru.

2)      Perubahan (alternation)

Misalnya : Mengubah tugas guru yang tadinya hanya bertugas mengajar, ditambah dengan tugas menjadi guru pembimbing dan penyuluhan / mengubah kurikulum sekolah yang semula bercorak teoretis akademis menjadi kurikulum dan mata pelajaran yang berorientasi bernuansa keterampilan hidup praktis.

3)      Penambahan (addition)

Misalnya : Adanya pengenalan cara penyusunan dan analisis item tes objektif di kalangan guru sekolah dasar dengan tidak mengganti atau mengubah cara-cara penilaian yang sudah ada

4)      Penyusunan kembali (restructturing)

Misalnya : Upaya menyusun kembali susunan peralatan, menyusun kembali komposisi serta ukuran dan daya tampung kelas, menyusun kembali urutan mata-mata pelajaran / keseluruhan sistem pengajaran, sistem kepangkatan, sistem pembinaan karier baik untuk tenaga edukatif maupun tenaga administratif, teknisi, dalam upaya perkembangan keseluruhan sumber daya manusia dalam sistem pendidikan.

5)      Penghapusan (elimination)

Contohnya : Upaya menghapus mata-mata pelajaran tertentu seperti mata pelajaran menulis halus, atau menghapus kebiasaan untuk senantiasa berpakaian seragam

 

6)      Penguatan (reinforcement)

Misalnya : Upaya peningkatan atau pemantapan kemampuan tenaga dan fasilitas sehingga berfungsi secara optimal dalam permudahan tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Tahap penerimaan inovasi dapat dikelompokkan kedalam masyarakat penerima inovasi menjadi beberapa tingkatan, antara lain :

1)      Innovator.

Kelompok ini sudah memiliki sifat atau karakter dasar yang memang menyukai barang baru.Merekaini umumnya paling awal dalam menerima inovasi.

2)      Early Adopter.

Kalangan ini adalah orang-orang yang memiliki otoritas, baik otoritas formal ( karena diangkat oleh atasan) maupun otoritas personal (karena karakter personal, seperti pengalaman, kecakapan, intelektual dan moralitas ). Mereka mempunyai fungsi sebagai pemuka pendapat (opini on leaders ) yang menjadi tumpuan pertanyaan dan orang-orang di sekelilingnya. Mereka lebih menonjol dibanding yang Iainnya.

3)      Leggards.

Lapisan masyarakat yang menerima inovasi paling belakangan.

Manajemen Inovasi

Manajemen Inovasi merupakan proses mengelola inovasi di suatu perusahaan agar dapat berdaya guna bagi penciptaan keunggulan bersaing yang berkelanjutan bagi perusahaan. Dalam perusahaan, Manajemen Inovasi diperlukan karena  ide-ide segar akan terus lahir di sebuah perusahaan dan menjadi sangat banyak. Keberadaan ide-ide tersebut harus diatur dan disusun secara sistematis agar tidak terjadi kesemrawutan.Inovasi yang harus dijalankan secara sistematis, efisien, dan berkelanjutan ini memerlukan suatu sistem untuk mengatur ide-ide ini agar lebih terstruktur.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Butterick, Keith.Pengantar Public Relations.2014.Jakarta.Rajagrafindo Persada

Kotler Phillip, Keller Kevin Lane. “Manajemen Pemasaran” Jilid 1, Edisi 13,

Erlangga.

Tjiptono,Fandy& Payne, Andrian.Pemasaran Jasa.2001.Yogyakarta: Andi

Tjiptono,Fandy .Strategi Pemasaran.1997.Yogyakarta: Andi

http://innovation-journey.blogspot.com/2009/07/evolusi-inovasi.html

Nawangsari Sri, SE. Komunikasi Bisnis, Edisi Diktat Kuliah Universitas Gunadarma. Jakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 Cara Promosi Produk yang Akan membuat Sukses Penjualan Anda

Komunitas Beatbox Sumbar, Buktikan Eksistensi