PASTA GIGI
PEPSODENT
Pasar global dan persaingan usaha yang
semakin kompetitif tersebut membawa dampak yang besar dalam hubungan antara
perusahaan dengan pelanggannya. Sebagai contoh, tuntutan konsumen makin besar,
mereka tidak lagi sekedar menginginkan produk atau jasa yang berkualitas dengan
harga murah tetapi juga sangat mengharapkan kecepatan penyampaian,
fleksibilitas, dan layanan pelanggan (customer service) yang unggul. Dalam
membeli suatu produk, pelanggan selalu berupaya memaksimalkan nilai (value)
yang dirasakan di saat dia menghadapi berbagai macam pilihan produk, merek,
harga dan penjual. Konsumen akan memilih penawaran yang memberikan nilai
(customer delivered value) tertinggi dengan cost yang rendah yang tentunya ada
realitas kendala berupa biaya informasi, terbatasnya pengetahuan, mobilitas dan
pendapatan.
Ketatnya persaingan antara masing-masing
perusahaan pasta gigi dapat dilihat dari kegiatan promosi yang dilakukannya.
Promosi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan antara lain melalui media
elektronik seperti televisi dan radio atau media cetak seperti koran, tabloid,
dan majalah. Promosi yang dirasakan paling menarik adalah iklan yang
ditayangkan melalui televisi karena pemirsa bisa melihat gambar, suara,
gerak,dan produk yang dipromosikan, disamping itu promosi melalui iklan di
televisi mampu menjangkau masyarakat luas sampai ke daerah pelosok, sekalipun
bagi yang menyaksikannya. Masing-masing perusahaan memperlihatkan keunggulan
masing-masing, sehinga bisa menarik konsumen sebanyak-banyaknya. Perilaku
konsumenlah yang akan menyeleksi apakah produk disukai atau tidak. Dan disini
lah dapat dilihat suatu Proses Keputusan Pembeli, yaitu Pengenalan masalah,
Pencarian informasi, Mengevaluasi alternatif, Keputusan pembelian, Evaluasi
pasca pembelian, Setelah membeli produk konsumen akan melalukan evaluasi,
sesuai harapan/ tidak dan Terjadi kepuasaan/ ketidakpuasan.
Penggolongan Produk terbagi menjadi dua
jenis, yaitu Produk Konsumen dan Produk Industri. Apakah perbedaan keduanya?
Produk Konsumen adalah produk yang dibeli oleh konsumen akhir dimana biasanya
digolongkan menurut kebiasaan belanja konsumen. Produk Konsumen ini digolongkan
menjadi 3 macam yaitu Produk kebutuhan srehari-hari (Shampo, Sabun, Pasta gigi,
Kebutuhan dapur dan lain-lain), Produk belanja ( sayuran ) dan Produk yang
tidak di cari ( baju, air mineral dll).
PEPSODENT adalah pasta gigi yang paling terkenal dan tertua
di Indonesia, sejak awal keberadaannya selalu memberikan lebih dari sekedar
kemanjuran dasar. Pepsodent adalah pasta gigi pertama di Indonesia yang kembali
meluncurkan pasta gigi berflorida pada tahun 1980-an dan satu-satunya pasta
gigi di Indonesia yang secara aktif mendidik dan mempromosikan kebiasaan
menyikat gigi secara benar melalui program sekolah dan layanan pemeriksaan gigi
gratis. Sejak itu Pepsodent telah melengkapi jajaran produknya mulai dari
pembersihan dasar hingga pasta gigi dengan manfaat lengkap.
Pepsodent telah menjadi market leader
dan menguasai pasar untuk produk pasta
gigi. Saat ini produk Pepsodent memiliki bermacam – macam varian yaitu klasik,
herbal, whitening, complete care dan anak – anak. Selama brand mix-nya kuat
akses ke konsumen menjadi makin mudah. banyak masyarakat Indonesia yang belum
mengerti cara menyikat gigi dengan benar. Di situlah Pepsodent menangkap
peluang untuk menyosialisasi sekaligus memberi pengetahuan mengenai kesehatan
gigi. Tujuannya, meningkatkan kesehatan gigi dan mulut bangsa Indonesia.
Proses segmentasi berbeda dari
positioning pasar (menerapkan strategi bauran pemasaran yang tepat untuk setiap
segmen). Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kelompok pelanggan yang sama
dan pelanggan potensial, untuk memprioritaskan kelompok, untuk memahami
perilaku mereka dan untuk merespon strategi pemasaran yang tepat dalam memenuhi
preferensi yang berbeda dari setiap segmen yang dipilih. Peningkatan segmentasi
dapat menyebabkan efektivitas pemasaran meningkat secara signifikan. Segmentasi
pasar mengacu pada proses pembentukan kelompok kecil dalam pasar yang besar, sehingga
dapat menentukan konsumen mana yang memiliki keinginan dan kebutuhan yang sama.
Segmenting pada Pepsodent sudah sangat luas. Sehingga dengan begitu nama
Pepsodent dapat menjadi pilihan pertama yang melintas dibenak hampir seluruh
masyarakat Indonesia. Target pasar produk Pepsodent ini adalah konsumen semua
usia, baik mulai anak-anak sampai dewasa. Pepsodent mengelompokkan produknya
berdasarkan usia. Untuk anak-anak disesuaikan dengan rasa yang biasanya disukai
oleh anak-anak dan mengandung mint yang lebih sedikit. Untuk produk anak-anak
antara lain: Kids, Gigi Susu Strawberry, dan Gigi Susu Orange. Untuk dewasa
antara lain: Complete 12, Complete Care, Herbal, Sensitive, Whitening, White,
Dan Pepsodent White Now. Untuk dewasa setiap jenis produk memiliki fungsi yang
berbeda-beda ini menunjukkan bahwa Pepsodent ingin memenuhi kebutuhan konsumen
di setiap masalah gigi yang berbeda-beda. Pepsodent juga dapat digunakan untuk
semua jenis kelamin.
Pepsodent memasarkan produknya melalui media elektronik dan media cetak
yang menarik, dengan media elektronik yaitu melalui media periklanan. Pepsodent
juga memasarkan produknya melalui media-media cetak seperti melalui bilboard
atau majalah. selain itu Pepsodent juga memperkenalkan produknya melalui
event-event yang mereka buat, salah satu contohnya yaitu SENYUM PEPSODENT, melalui event ini Pepsodent
memperkenalkan produknya secara langsung dengan memberikan pengetahuan tentang
manfaat bersikat gigi, cara sikat gigi dengan benar. Melalui event ini lah
Pepsodent dapat merebut hati masyarakat agar masyarakat menggunakan produknya,
dengan event ini juga Pepsodent mengenalkan produknya agar lebih dikenal di
masyarakat dan di pasaran, melalui event ini juga Pepsodent memberikan sikat
gigi dan pasta gigi gratis kepada para pesertanya, ini juga salah satu cara
untuk merebut hati masyarakat.
Targeting
Targeting adalah persoalan bagaimana
memilih, menyeleksi, dan menjangkau pasar. Targeting atau menetapkan target
pasar merupakan tahap selanjutnya dari analisis segmentasi. Produk dari
targeting adalah target market (pasar sasaran), yaitu satu atau beberapa segmen
pasar yang akan menjadi fokus kegiatan-kegiatan pemasaran. Kadang-kadang
targeting juga disebut selecting karena marketer harus menyeleksi. Targeting
merupakan proses mengevaluasi segmen pasar dan memusatkan upaya pemasaran pada
negara, kawasan atau kelompok orang yang memiliki potensi signifikan untuk
beraksi secara positif terhadap stimulus pemasaran dari perusahaan. Proses
targeting mencerminkan kenyataan bahwa perusahaan harus mengidentifikasi
pelanggan yang dapat diakses dan dilayani secara efektif dan efisien.
Targeting pada Pepsodent adalah dua
digit angka pertumbuhan meskipun timbul persaingan ketat di kategori utama.
Home dan Personal Care secara keseluruhan tumbuh 11,2%. Kategori produk kami
termasuk sukses dalam penjualannya. Marjin laba usaha masih memuaskan yang
mencapai 20,3% dari penjualan. Pada dasarnya laba bersih sedikit dibawah
tahun-tahun sebelumnya disebabkan oleh marjin yang lebih rendah dan adanya
selisih nilai tukar mata uang asing (keuntungan Rp 8 miliar di tahun 2005 dan
Rp 34 miliar di tahun 2004 dengan pergerakan sebesar Rp 26 miliar). Tahun 2012
laba per saham mencapai Rp 189 per saham.
Pepsodent memiliki komitmen untuk terus
menerus mengadakan perbaikan dalam pengelolaan dampak lingkungan dan mendukung
sasaran jangka panjang untuk mengembangkan suatu bisnis yang berdaya tahan.
Pepsodent akan bekerja sama dalam kemitraan dengan pihak lain untuk
menggalakkan kepedulian lingkungan, meningkatkan pemahaman akan masalah
lingkungan dan menyebarluaskan budaya karya yang baik. Pepsodent tidak menerima
ataupun memberi, entah secara langsung dan tidak langsung, suapan atau
keuntungan lainnya yang tidak pantas demi keuntungan bisnis atau finansial.
Tidak satu pun karyawan kami yang boleh menawarkan, memberi ataupun menerima
hadiah atau pembayaran yang merupakan, atau dapat diartikan sebagai sarana
suap. Setiap tuntutan, atau
penawaran suap harus ditolak langsung dan dilaporkan kepada manajemen. Catatan
akuntansi dan dokumen pendukungnya harus secara tepat menjelaskan dan
mencerminkan kondisi transaksinya. Tidak ada transaksi dana atau aset yang
disembunyikan.
Positioning
Salah satu brand yang berhasil mengakar
kuat dan sudah lama di Indonesia adalah produk pasta gigi Pepsodent. Perjalanan
panjang Pepsodent menunjukkan semakin kuatnya brand ini. Berbagai upaya yang
telah dilaksanakan Unilever berbuah manis. Pepsodent pada awal launching
melaksanakan positioning pada gigi lebih putih dan sehat yang selanjutnya
disempurnakan sebagai perawatan gigi.
Positioning adalah suatu usaha
melekatkan persepsi atas suatu produk pada sekelompok pasar atau segmen
tertentu agar produk itu mampu dianggap lebih dan cocok dengan keinginan dan
kebutuhan segment tersebut, semua dalam rangka membangun persepsi positif.
Sehingga pada segmen yang berbeda memerlukan strategi positioning yang berbeda,
atau dengan memperluas, memperbaiki, menambah atas strategi positioning yang
telah ada. Strategi positioning sebagai dasar dari strategi pemasaran dan
menjadi dasar yang populer dari pengembangan strategi kreatif. Gagasan umum
dari positioning adalah menempatkan sebuah produk untuk mendapatkan posisi yang
baik dalam benak konsumen. Merek yang telah memiliki posisi mapan dalam benak
akan menjadi faktor pengaruh yang kuat pada saat konsumen memerlukan solusi.
Pepsodent yang dulu juga membangun positioning statement “Gigi Putih” saat ini telah berhasil melakukan repositioning dengan “Perlindungan Gusi” dan “Perlindungan Gigi Berlubang”. Perubahan ini bukan semata-mata kata-kata yang diubah, namun produsen telah memikirkan perubahan kuantitatif target pasar dan segmen pasar yang dibidik, tentu ketika seseorang mencapai usia tua dengan gigi berlubang sangatlah tidak nyaman, sehingga Pepsodent menjadi jawabannya.
Diferentiation
Diferensiasi
ada untuk menciptakan sebuah perbedaan yang bertujuan memberikan nilai lebih
kepada para konsumen. Dengan begitu sebuah produk akan lebih mudah dikenali dan
memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sehingga mereka lebih
memilih produk kita, dibandingkan produk lainnya yang ada dipasaran. Dengan
diferensiasi produk membuat bagaimana perusahaan dapat menciptakan produk unik
yang memberikan tingkat keuntungan di atas rata-rata yang mampu diraih oleh
industri melalui kombinasi manusia, lingkungan dan proses.
Keuntungan
yang akan diperoleh para pelaku pasar dari strategi diferensiasi produk:
- Produk lebih mudah diingat para
konsumen
- Produk lebih unggul dibandingkan
dengan produk lainya. Karena dengan produk yang unggul akan memudahkannya
dalam membangun loyalitas konsumen.
- Harga jual produk lebih tinggi.
Sebuah produk yang memiliki keunikan khusus, biasanya akan diburu konsumen
dengan harga berapapun.
- Mengatasi masalah kejenuhan pasar
adanya diferensiasi produk dapat membantu para pelaku pasar ketika
konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang biasa ditawarkannya
- Membantu terciptanya image produk
Pada produk Pepsoden
diferensiasi yang utama adalah :
- Pepsodent adalah merek terkemuka di
sebagian besar negara Asia dengan Indonesia dan India sebagai pasar
terbesar.
- Pada tahun 2005 Pepsodent merupakan
satu-satunya merek pasta gigi yang diakui oleh FDI, Federasi Gigi Dunia,
di samping asosiasi dokter gigi di dalam negeri.
- Pepsoden anak ikut bersaing dalam
produk Pasta gigi anak.
Communication
Mix
Metode advertising/periklanan dalam
proses mengkomunkasikan produk Pepsodent ke konsumen juga sangat signifikan.
Jika kita nonton TV, maka pepsodent akan familiar dengan kebiasaan menyikat
gigi turun-temurun. Mulai anak-anak, gadis, berankak menjadi ibu dan menjadi
nenek-nenek. Merode lain adalah melakukan perikalanan yang melakukan kebiasaan
menyikat gigi sebelum tidur.
Konsep sales promotion yang digunakan
oleh Pepsodent untuk mempengaruhi kosumennya adalah menggukan bahasa promosi
tentang pengetahuan yang mendalam mengenai produk Pepsodent. Penerapan strategi
komunikasi dan promosi yang menarik ini akan mendorong konsumen untuk
menggunakan Pepsodent. Promosi dan komunikasi yang menarik tentunya Pepsodent
akan meningkatkan brand awareness merek tersebut. Brand loyality pun selalu
diawali dari brand awareness yang baik yang akan membawa seseorang pada tahap
“mencoba produk”. Setelah konsumen percaya bahwa produk yang digunakan sesuai
dengan kebutuhannya maka akan tercipta “repeat purchase” dengan memberikan
lebih dari yang diharapakan, repeat purchase akan berubah menjadi loyality.
disamping itu Pepsodent juga selalu memformulasikan brand activationyang tepat
untuk menjawab tantangan dan kebutuhan disetiap level.
Event yang dilakukan oleh Pepsodent juga
cukup gencar, beberapa kegiatan kampanye below the line. Pepsodent yang akrab
terdengar di sekolah dengan metode pemeriksaan gigi gratis. Aktifitas nyata
program ini adalah menyikat gigi bersama yang dilakukan oleh anak-anak Sekolah
Dasar. Program ini juga telah menjangkau 3,2 juta anak berusia dibawah 12
tahun.
Public relation yang diluncurkan oleh
Pepsodent melakukan hubungan baik dengan para konsumennya dengan cara
memberikan kualitas prima untuk produk Pepsodent. Hal lain sepertiDirect
marketing adalah Penggunaan teknologi internet. Penggunaan teknologi ini juga menjadiconcern dalam strategi pemasaran
yang dilakukan oleh Pepsodent. Internet dan mobile merupakan media yang
memiliki potensi untuk dikembangkan dalam rangka strategi pemasarannya.
Target
Audience
Pepsodent yang diluncurkan sejak tahun
1951 memposisikan diri sebagai produk kesehatan gigi dan mulut. Segmen yang
dituju berasal dari kalangan dewasa hingga anak-anak. Harganya relatif bisa
terjangkau. Pada tahun 2009 Pepsodent menargetkan pertumbuhan yang positif
dengan melakukan beragam aktifitas komunikasi dan promosi menarik. Pepsodent
juga mengembangkan website yang memberikan informasi tentang produk dan
kegiatan yang dilakukan oleh Pepsodent. Tidak hanya itu tetapi website
Pepsodent juga berkerja sama dengan situs-situs lain yang berhubungan dengan
kesehatan gigi dan mulut.
Evaluasi
atas Media Utama
Pelaksanaan pesan sangat menentukan
dalam produk yang sangat mirip, dalam beriklan melalui media televisi
Pepsodent menyiapkan pernyataan
berupa strategy yang menggambarkan
tujuan, isi, dukungan dan nada dari iklan yang diinginkan. Semua pesan dapat
disajikan dalam gaya pelaksanaan yang berbeda, yakni penggambaran kebiasaaan
menyikat gigi yang turun temurun, mulai sejak masih anak gadis, kemudian
beranjak menjadi ibu, dan akhirnya menjadi nenek-nenek. Dalam hal ini Pepsodent
menerapkan semua jenis advertising objective berasal dari target pasar, market
positioning dan bauran pemasaran. Pepsodent menerapkan ke empat jenis
advertising objective secara bersamaan
melalui 3 media utamanya yaitu, televisi, program below the line dimana
Pepsodent melakukan program sekolah Pepsodent dan pemeriksan gigi gratis,
program menyikat gigi yang dilakukan anak-anak SD telah menjangkau 3,2 juta
anak, dan media yang terakhir adalah media website Pepsodent.Kegiatan
periklanan pada ketiga media mencakup klasifikasi advertising objectif yaitu:
ü Informative advertising untuk menciptakan awareness (new products,
features, price dan services ); melalui produk-produk variannya Pepsodent
merasa perlu terus menginformasikan untukmenciptakan awareness target
marketnya.
ü Persuasive advertising untuk menciptakan liking,
preference, conviction, and purchase. Kadang gunakan comparative adv, (dalam iklan dimunculkan perbandingan
kekuatan gigi jika menggunakan Pepsodent).
ü Reminder advertising
untuk menstimulir repeat purchase.
Mengevaluasi
Efektivitas Periklanan
Pepsodent melakukan evalusai
perikalanannya dengan meneliti dua efek iklan, yaitu efek komunikasi
(communication effect) dan efek penjualan (sales effect). Penelitian pada efek
komunikasi dilakukan dengan metode pemeringkatan langsung (direct rating
method), yaitu metode yang menanyakan konsumen untuk memeringkat iklan yang
dipasang. Rating digunakan untuk mengevaluasi perhatian terhadap iklan,
pembacaan iklan, pengertian, pengaruh dan kekuatan tingkah laku. Semakin tinggi
rating biasanya semakin efektif iklan tersebut. Pepsodent telah membuktikan
efektifitas iklan mereka yang tergambar dari hasil yang dikeluarkan oleh TBI,
dimana peringkat iklan pasta gigi mencapai 74,5%, dengan top of mind 74,2%,
last usage 74,5% dan future intention 74.9%
Penelitian Efek Penjualan, efek
penjualan iklan biasanya lebih sukar diukur dibandingkan dengan efek
komunikasi. Penjualan dipengaruhi banyak faktor disamping periklanan, seperti
ciri produk, harga, ketersediaan dan kegiatan pesaing. Semakin sedikit atau
semakin dapat dikendalikan faktor-faktor tersebut, semakin mudah untuk mengukur
efek iklan terhadap penjualan. Efek penjualan paling mudah diukur pada situasi
pemasaran langsung dan paling sukar diukur pada iklan untuk membangun citra
brand atau perusahaan.
Faktor
Pendukung Penjualan Pepsodent
Saat ini pasta gigi yang beredar adalah
pepsodent, ritadent, ciptadent, close up, smile up, formula, maxim dan
lain-lain. Semakin banyak jenisnya
menggambarkan semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis. Berikut ini
merupakan faktor-faktor yang mendukung pasta gigi Pepsodent sehingga dapat
diterima di masyarakat kota hingga daerah terpencil.
1. Memberikan
nilai tambahan dan inovasi
Pada awal tahun 80an Pepsodent hanya berorientasi pada gigi lebih putih
dan sehat. Namun belakangan ini Pepsodent memberikan nilai lebih sebagai
penguat gigi. Nilai-nilai tambahan juga bisa kita temukan dalam peningkatan
produk yang dilakukan pepsodent. Pepsodent juga terus melakukan inovasi dalam
kemasan, rasa, warna, bentuk, ukuran dan merancang produknya sesuai dengan
segmentasi pasarnya yakni dewasa dan anak-anak. Kemasan Pepsodent dibuat dari
plastik lentur dan tutup yang lebih adaptif setelah sebelumnya dari aluminium
dan tutup lepas. Rasanya dibagi sesuai dengan cita rasa buah-buahan atau rasa
mint. Selain itu warnanya disesuaikan dengan warna-warna trendi, yakni putih
dan hijau baik isi maupun kemasannya. Ukurannya diatur dari kecil, sedang,
hingga besar. Sehingga praktis mempengaruhi harga.
2. Menjalankan
Produk yang Berkembang
Pepsodent dikenal sebagai pasta gigi yang membuat gigi lebih putih lalu
berkembang untuk menguatkan gigi. Setelah itu, kemudian dilengkapi dengan
baking soda, setelah sebelumnya sukses dengan Pepsodent Zinc zitrate dan
Triclosant. Beberapa tahun sebelum sukses dengan nilai tambahan tersebut, telah
sukses dengan Fluoride dan Kalsium.
3. Brand
Awarnes
Pepsodent melakukan promosi dengan berbagai cara yaitu lewat televisi,
membuat acara-acara bertema pepsodent, bakti sosial yang bertujuan
memasyarakatkan pepsodent dan sebagainya. Promosi-promosi ini mampu menanamkan
kepada konsumen bahwa pepsodent merupakan pasta gigi yang bisa dipercaya.
4. Kualitas Terjaga
Pepsodent telah memenuhi standar kesehatan karena terdapat label halal
pada kemasannya. Jadi masyarakat yakin akan produk ini tidak membahayakan
kesehatan dapat digunakan oleh semua kalangan masyarakat. Pada iklan bahwa
pepsodent tergabung dalam Ikatan Dokter Gigi Indonesia, maka bisa disimpulkan
kualitas dari pepsodent sangat memuaskan. Kualitas yang baik akan meningkatkan
loyalitas dari konsumen.
Kelebihan
dan Kelemahan Pasta Gigi Pepsodent
- Strength/ Kelebihan
·
Brand pepsodent
sudah lama di Indonesia sehingga sebagian besar orang sudah mengetahui kualitas
dari pepsodent. Pepsodent memiliki banyak variasi, mulai dari Pepsodent untuk
anak, whitening, herbal, hingga sensitive expert. Produk pepsodent mudah
didapat karena dijual di supermarket dan minimarket di berbagai kota di
Indonesia.
·
Harganya pun
relatif terjangkau.
·
Pepsodent pun
senantiasa bekerja sama dengan PDGI untuk mempromosikan brandnya.
- Weakness/ Kelemahan
·
Iklan Pepsodent
secara bergantian hanya menampilan adegan menyikat gigi ataupun mengetes
kekuatan gigi depan westafel dan cermin. Beberapa konsumen bosan dan tidak
dapat membedakan iklan Pepsodent yang terdiri dari beberapa jenis.
· Untuk iklan Pepsodent sensitive expert, terkesan meniru brand yang sudah lama mengusung dan mengincar pasar gigi sensitive.
- Opportunities
·
Masih tingginya
tingkat penjualan dan loyalitas konsumen terhadap Pepsodent membuatnya lebih
unggul.
·
Threats Ada
banyaknya pesaing yang juga mulai berinovasi.
Komentar
Posting Komentar