Ma’rifatul
Insan (Tentang arti manusia)
Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dari
tanah kering yang hina namun Allah memberikan potensi kepada manusia yaitu
potensi akal, pendengaran, penglihatan, dan hati. Hal itulah yang membedakan
manusia dengan binatang. Akal digunakan manusia untuk berpikir mengenai yang
benar dan yang bathil (salah), sedangkan hati diciptakan untuk merasakan cinta
dan kasih sayang yang telah Allah Swt berikan kepada setiap manusia.
Pendengaran dan Penglihatan merupakan alat yang dibutuhkan oleh manusia untuk
mengetahui tanda-tanda kebesaran Allah Swt. Manusia dalam bahasa arab adalah
Insan. Dalam kajian kali ini mari kita mengenal lebih dalam tentang manusia
yang disebut dengan Ma’rifatul Insan.
Disebut dengan ma’rifatul ada 3 definisi, yaitu ;
- Hidroqu
Jajibun, artinya mengenal dan memahami manusia
sampai kedalamnya tidak hanya mengetahui kulitnya saja tetapi isi didalam
kulitnya.
- Pemahaman
yang sudah menempel didalam diri tidak akan bisa untuk dilepas sampai ajal
menjemputnya atau sesuatu yang tidak pernah berubah dan tetap berkomitmen
hanya itulah yang diyakininya. Seperti halnya mati itu terjadi jika
nyawa/ruh dicabut dari jasadnya oleh malaikat Izrail aras izin Allah Swt,
semua orang meyakini bahwa itu adalah mati.
- Keyakinan
yang kita dapat dan kita pahami akan menjadi realita dalam kehidupan.
Hal-hal yang harus di ma’rifatkan adalah
1. Insan atau manusia
“Barang siapa yang mengenal dirinya maka diapun akan mengenal Tuhannya” Al-Hadist. Dalam QS. Am-Naas ayat 1-6 menjelaskan bahwa Allah Swt adalah Tuhannya manusia, Tuhan yang disembah oleh manusia dari kejahatan syaitan yang bersembunyi dan membisikkan kejahatan dalam dada manusia dari golongan jin dan manusia. Allah Swt menciptakan manusia ke muka bumi bukan untuk main-main tetapi Allah Swt mempunyai prinsip dan manusia diciptakan ke dunia.
2. Prinsip Penciptaan Manusia
Dalam Al-Quran surat Maryam : 67 “Dan tidakkah
manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu,
sedang ia tidak ada sama sekali?”. Manusia ada, diadakan oleh
Allah Swt atas Qudhrah dan Iradhah Allah Swt. Qudhrah artinya berkuasa, Allah
adalah penguasa yang sempurna karena kekuasaan Allah Swt tidak terbatas, Allah
juga bisa melakukan sesuatu tanpa ada yang bisa menghalanginya sedangkan
Iradhah artinya berkehendak, Allah melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya
tidak ada yang mempengaruhi dan tidak pula dengan keterpaksaan.
Dalam QS. Al-Araf : 54 “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” Allah menciptakan manusia beserta isi alam ini maka hanya Allahlah yang mempunyai hak untuk mengatur dan mengurus manusia
3. Proses Penciptaan Manusia
Manusia yang ada di bumi ini merupakan dari satu enenk
moyang yaitu nabi Adam As. Manusia dilahirkan ke duina ada 2 cara yaitu secara
alami dan secara azali. Secara alami, manusia dilahirkan ke dunia ada sebab
akibat dan keturunannya yaitu dari nabi Adam dan Siti Hawa terlahirlah bani Adam.
Hal ini dijelaskan dala QS. Al-Mu’minun : 12-15, “Dan sesungguhnya Kami
telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian
Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh
(rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah
itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang
belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami
jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta
Yang Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar
akan mati.” . Sedangkan secara Azali yaitu kelahiran manusia tanpa adanya
proses perpaduan antara laki-laki dan wanita, tidak ada penyebabnya namun
kehendak dari Allah Swt lah terciptalah seorang anak manusia seperti halnya
terciptanya nabi Isa As dalam QS. Al-Imran : 59 bahwa nabi Isa diciptakan
seperti penciptaan Adam. Allah swt menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah
swt berfirman kepadanya “Jadilah” seorang manusia, maka jadilah dia”. Nabi Isa
dilahirkan dari rahim seorang wanita yang suci lagi beriman kepada Allah Swt
yaitu Maryam (QS. Maryam : 1-36).
Setelah manusia lahir, manusia akan tumbuh menjadi anak-anakm remaja, dewasam kemudian tua lalu meninggal. Dari proses manusia menjadi dewasa lingkunganlah yang dapat mempengaruhi kedewasaannya. Lingkungan bisa berasal dari keluarga, oramg tua, bahkan sahabat atau teman yang dikenalinya. Dalam kehidupan yang nyata ini Allah swt menciptakan manusia bersama dengan syaitan. Syaitan adalah musuh Allah yang nyata, sedangkan teman sejati manusia yaitu manusia yang mempunyai komitmen yang sama hanya Allahlah yang patut disembah dan meyakini Rasulullah Muhammad saw adalah utusan Allah. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Mujaadalah : 22 dan Al Imran : 118, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”
4. Tujuan Penciptaan Manusia
Dalam QS Adz-Zariyat : 56 “Dan aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. “ .
Manusia diciptakan ke dunia oleh Allah Swt bertujuan untuk beribadah
hanya kepada Allah Swt. Fungsinya manusia diciptakan ke dunia adalah sebagai Khalifah
hal ini dijelaskan dalam QS. Al Baqarah : 30 “Ingatlah ketika Tuhanmu
berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang
khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan
(khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan
menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan
mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang
tidak kamu ketahui”. Peran manusia di bumi ini adalah memikul amanat yang
Allah swt berikan yaitu menjalankan Al-Quran dan memenangkan agama Allah
terhadap semua agama yang ada di dunia ini, hal ini dijelaskan dalam Qs.
Al-Fath : 28, “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan
agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah
sebagai saksi.”
Sifat-sifat Dasar Manusia :
- Manusia
mempunyai sifat berkeluh kesah lagi kikir QS. Al-Maarij : 19
- Manusia
bersifat Dhoif 9lemah) QS. Annisa : 28
- Manusia
bersifat Ka’bad (susah payah)
Kehidupan manusia dibagi menjadi 3 yaitu
- Pola
hidup mu’min (mu’min sejati) balasannya adalah Syurga dijelaskan dalm QS.
Al baqarah : 107-108 dan QS Al Imran : 102-103, “Hai orang-orang yang
beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan
janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah
kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu
dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu,
lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan
kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu
dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar
kamu mendapat petunjuk.”
2. Pola hidup kafir dibagi mejadi munafik
dan kafir balasan orang yang pola hidupnya seperti ini adalah neraka, hal ini
dijelaskan dalam QS. Al-Hajj : 11 dan Al Baqarah : 165 “Dan diantara manusia
ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka
mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang
beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang
berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat),
bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat
siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”
Komentar
Posting Komentar