INOVASI
1. Pengertian Inovasi
Inovasi adalah
suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal
sebelumnya. Seseorang atau wirausahawan yang selalu berinovasi, maka ia dapat dikatakan sebagai seorang wirausahawan
yang inovatif. Seseorang yang inovatif akan selalu berupaya melakukan
perbaikan, menyajikan sesuatu yang baru/unik yang berbeda dengan yang sudah
ada. Inovatif merupakan implikasi dari karakteristik wirausahawan yang mampu
membawa perubahan pada lingkungan sekitarnya. Inovatif secara tidak langsung
menjadi sifat pembeda antara wirausahawan dengan orang biasa, maupun pengusaha.
Inovasi adalah segala sesuatu tentang ide, cara-cara
ataupun objek yang dipersepsikan oleh seseorang sebagai sesuatu yang baru. Baru
disini tidaklah semata-mata dalam ukuran waktu sejak ditemukannya atau
digunakannya inovasi yang dimaksud. Yang penting adalah persepsi atau kebaruan
yang menentukan reaksinya terhadap hal itu. Jika suatu ide dipandang barn oleh
seseorang, itulah inovasi. Inovasi merupakan segala perubahan yang dirasakan
sebagai sesuatu yang baru oleh masyarakat yang mengalaminya.
Berdasarkan
pengertian tersebut, Robbins lebih memfokuskan inovasi pada tiga hal utama
yaitu :
1)
Gagasan baru yaitu suatu olah pikir
dalam mengamati suatu fenomena yang sedang terjadi, termasuk dalam bidang
pendidikan, gagasan baru ini dapat berupa penemuan dari suatu gagasan
pemikiran, Ide, sistem sampai pada kemungkinan gagasan yang mengkristal.
2)
Produk dan jasa yaitu hasil langkah
lanjutan dari adanya gagasan baru yang ditindak lanjuti dengan berbagai
aktivitas, kajian, penelitian dan percobaan sehingga melahirkan konsep yang
lebih konkret dalam bentuk produk dan jasa yang siap dikembangkan dan
dimplementasikan termasuk hasil inovasi dibidang pendidikan.
3)
Upaya perbaikan yaitu usaha sistematis
untuk melakukan penyempurnaan dan melakukan perbaikan (improvement) yang terus
menerus sehingga buah inovasi itu
dapat dirasakan manfaatnya.
Adapun pengertian
Inovasi menurut para ahli, yaitu:
·
Pengertian Inovasi
menurut Everett M. Rogers
Mendefisisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek
atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh
seseorang atau kelompok untuk diadopsi.
·
Pengertian Inovasi
menurut Stephen Robbins
Mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan
untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa.
·
Pengertian Inovasi
menurut Van de Ven, Andrew H
Inovasi adalah pengembangan dan implementasi gagasan-gagasan baru
oleh orang dimana dalam jangka waktu tertentu melakukan transaksi-transaksi
dengan orang lain dalam suatu tatanan
organisasi.
·
Pengertian Inovasi
menurut Kuniyoshi Urabe
Inovasi bukan merupakan kegiatan satu kali pukul (one time
phenomenon),melainkan suatu proses yang panjang dan kumulatif yang meliputi
banyak proses pengambilan keputusan di dan oleh
organisasi dari mulai penemuan gagasan sampai implementasinya di pasar.
·
Pengertian Inovasi
menurut UU No. 18 tahun 2002
Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau
perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks
ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan
dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi.
·
Everett M. Rogers (1983)
Mendefisisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda
yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau
kelompok untuk diadopsi.
·
Stephen Robbins (1994)
Mendefinisikan, inovasi sebagai
suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu
produk atau proses dan jasa.
Suatu inovasi biasanya terdiri atas dua
komponen, yaitu komponen ide dan komponen objek (aspek material atau komponen
fisik). Penerimaan inovasi komponen ide pada pokoknya merupakan keputusan
simbolik, sedangkan penerimaan inovasi komponen fisik dan ide merupakan suatu
adopsi yang memerlukan tindakan. Suatu
inovasi diterima atau tidak diterima oleh masyarakat tergantung dan beberapa
atribut, antara lain :
1)
Keuntungan-keuntungan relatif
2)
Keserasian. Apakah inovasi yang hendak
didifusikan itu serasi dengan nilai-nilai, sistem kepercayaan, gagasan yang
lebih dulu diperkenalkan? Apakah serasi dengan kebutuhan, adat istiadat dan
karakteristik penting lainnya?
3)
Kerumitan. Pada umumnya masyarakat
kurang berminat pada halhal yang rumit, karena selain sukar dipahami juga
cenderung dirasa sebagai beban baru.
4)
Dapat dicobakan. Suatu inovasi akan
lebih cepat diterima bila dapat dicobakan lebih dulu dalam ukuran atau skala
kecil sebelum orang terlanjur menerima keseluruhannya.
5)
Dapat dilihat. Orang akan lebih mudah
menerima suatu inovasi bila buktinya dapat dilihat langsung.
Inovasi
mempunyai 4 (empat) ciri, yaitu :
1)
Memiliki kekhasan / khusus artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas
dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang
diharapkan.
2)
Memiliki ciri atau unsur kebaruan, dalam arti suatu inovasi harus
memiliki karakteristik sebagai sebuah karya dan buah pemikiran yang memiliki
kadar Orsinalitas dan kebaruan.
3)
Program inovasi dilaksanakan
melalui program yang terencana, dalam arti bahwa suatu inovasi dilakukan melalui suatu proses yang yang tidak
tergesa-gesa, namun keg-inovasi dipersiapkan secara matang dengan program yang
jelas dan direncanakan terlebih dahulu.
4)
Inovasi yang digulirkan memiliki
tujuan, program inovasi yang dilakukan harus memiliki arah yang ingin dicapai,
termasuk arah dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.
Sifat Perubahan Dalam
Inovasi Ada 6 Kelompok Yaitu :
1)
Penggantian
(substitution)
Misalnya : Inovasi dalam penggantian jenis sekolah, penggantian
bentuk perabotan, alat-alat atau sistem ujian yang lama diganti dengan yang
baru.
2)
Perubahan (alternation)
Misalnya : Mengubah tugas guru yang tadinya hanya bertugas
mengajar, ditambah dengan tugas menjadi guru pembimbing dan penyuluhan /
mengubah kurikulum sekolah yang semula bercorak teoretis akademis menjadi
kurikulum dan mata pelajaran yang berorientasi bernuansa keterampilan hidup
praktis.
3)
Penambahan (addition)
Misalnya : Adanya pengenalan cara penyusunan dan analisis item tes
objektif di kalangan guru sekolah dasar dengan tidak mengganti atau mengubah
cara-cara penilaian yang sudah ada.
4)
Penyusunan kembali
(restructturing)
Misalnya : Upaya menyusun kembali susunan peralatan, menyusun
kembali komposisi serta ukuran dan daya tampung kelas, menyusun kembali urutan
mata-mata pelajaran / keseluruhan sistem pengajaran, sistem kepangkatan, sistem
pembinaan karier baik untuk tenaga edukatif maupun tenaga administratif,
teknisi, dalam upaya perkembangan keseluruhan sumber daya manusia dalam sistem
pendidikan.
5)
Penghapusan
(elimination)
Contohnya : Upaya menghapus mata-mata pelajaran tertentu seperti
mata pelajaran menulis halus, atau menghapus kebiasaan untuk senantiasa
berpakaian seragam
6)
Penguatan
(reinforcement)
Misalnya : Upaya peningkatan atau pemantapan kemampuan tenaga dan
fasilitas sehingga berfungsi secara optimal dalam permudahan tercapainya tujuan
pendidikan secara efektif dan efisien.
Tahap
penerimaan inovasi dapat dikelompokkan kedalam masyarakat penerima inovasi
menjadi beberapa tingkatan, antara lain :
1) Innovator.
Kelompok ini sudah
memiliki sifat atau karakter dasar yang memang menyukai barang baru. Merekaini
umumnya paling awal dalam menerima inovasi.
2)
Early Adopter.
Kalangan ini adalah
orang-orang yang memiliki otoritas, baik otoritas formal ( karena diangkat oleh
atasan) maupun otoritas personal (karena karakter personal, seperti pengalaman,
kecakapan, intelektual dan moralitas ). Mereka mempunyai fungsi sebagai pemuka
pendapat (opini on leaders ) yang menjadi tumpuan pertanyaan dan orang-orang di
sekelilingnya. Mereka lebih menonjol dibanding yang Iainnya.
3) Leggards.
Lapisan masyarakat yang
menerima inovasi paling belakangan.
2. Manajemen Inovasi
Manajemen Inovasi
merupakan proses mengelola inovasi di suatu perusahaan agar dapat berdaya guna
bagi penciptaan keunggulan bersaing yang berkelanjutan bagi perusahaan.
Manajemen Inovasi diperlukan karena untuk mengakui bahwa ide-ide segar harus
terus mengalir secepat mungkin dan setiap saat sebagai antisipasi perkembangan
dunia yang semakin cepat, beragam, dan dinamis tersebut. Di sini lah manajemen
Inovasi itu harus berperan penting.
Dalam perusahaan,
Manajemen Inovasi diperlukan karena
ide-ide segar akan terus lahir di sebuah perusahaan dan menjadi sangat
banyak. Keberadaan ide-ide tersebut harus diatur dan disusun secara sistematis
agar tidak terjadi kesemrawutan. Inovasi yang harus dijalankan secara
sistematis, efisien, dan berkelanjutan ini memerlukan suatu sistem untuk
mengatur ide-ide ini agar lebih terstruktur.
3. Perbedaan
Inovasi
1)
Johne dalam Ojasalo (2008) membedakan tiga
jenis inovasi: inovasi produk, proses inovasi, dan
inovasi pasar.
·
Inovasi produk
memiliki makna paling jelas yaitu
menghasilkan pendapatan.
·
Inovasi proses
menyediakan sarana untuk menjaga dan meningkatkan kualitas
dan untuk menghemat biaya.
·
Inovasi pasar
memperhatikan peningkatan target pasar campuran (mixed og target market) dan bagaimana pasar yang
dipilih adalah yang terbaik dilayani.
2) Inovasi organisasi berkaitan dengan desain format organisasi
baru dan filosofi manajemen baru.
3) Inovasi perilaku berkaitan dengan aktivitas inovasi dari
organisasi perusahaan. Sedangkan
Meeus dan Edquist inovasi produk dibagi menjadi
dua kategori:
·
barang baru:
barang baru adalah inovasi produk material di sektor
manufaktur
·
layanan baru: jasa adalah tidak berwujud, sering
dikonsumsi secara bersamaan untuk produksi mereka dan
memuaskan kebutuhan non-fisik dari pengguna (Edquist,2001.)
4) Meeus dan Edquist juga membagi menjadi dua
inovasi proses yaitu inovasi kategori-teknologi dan
organisasi:
·
inovasi proses
teknologi mengubah cara produk yang diproduksi dengan memperkenalkan perubahan teknologi (fisik peralatan, teknik, sistem);
·
inovasi organisasi adalah inovasi dalam
struktur organisasi, strategi, dan proses
administrasi (Damanpour, 1987).
5) Inovasi
inkrimental (Incremental innovation)memanfaatkan
potensi rancangan yang sudah ditetapkan, dan
sering memperkuat dominasi kemampanan suatu perusahaan. Inovasi
ini meningkatkan kapabilitas fungsional teknologi yang ada
dengan cara perbaikan pada skala
kecil alam nilai tambah
teknologiatau perbaikan pada skla kecil terhadap produk dan proses bisnis yang
ada saat ini.
6) Inovasi
Semiradical /
generational atau inovasi teknologi generasi
mendatang adalah inovasi inkremental yang mengarah pada
penciptaan sistem baru tetapi tidak berbeda secara radikal.
7) Inovasi
Radical memperkenalkan
konsep baru yang
menyimpang secara signifikan dari praktek-praktek masa lalu dan membantu
menciptakan produk atau proses didasarkan pada
seperangkat teknik berbeda atau prinsip-prinsip ilmiah dan
sering membuka baru pasar, atau sebagai hasil produk atau jasa yang
dihasilkan dari cara/metode baru sama sekali.
DAFTAR
PUSTAKA
http://innovation-journey.blogspot.com/2009/07/evolusi-inovasi.html
Nawangsari Sri, SE.
Komunikasi Bisnis, Edisi Diktat Kuliah Universitas Gunadarma. Jakarta.
Komentar
Posting Komentar