I.
Filsafat
Ilmu
Disiplin filsafat adalah filsafat ilmu, menurut Runes, memiliki medan telaah sebagai berikut;
1. Filsafat ilmu adalah telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu, terhadap lambang-lambang dan struktur penalaran tentang struktur lambang yang digunakan. Telaah kritis ini dapat diarahkan untuk mengkaji ilmu empiris, ilmu rasional, serta membahas studi etika, estetika, kesejarahan, geologi dan sebagainya.
2. Filsafat ilmu adalah upaya mencari kejelasan mengenai dasar-dasar konsep dan wacana, postulat mengenai ilmu dan merupakan upaya untuk membuka tabir dasar-dasar keempirisan, kerasionalan, kepragmatisan.
3. Filsaat ilmu adalah saat studi gabungan yang terdiri atas berbagai studi yang beraneka ragam yang ditunjukkan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu, untuk menguraikan pertautan, serta untuk mengkaji implikasi kontribusi terhadap suatu teori, baik teori bersifat semesta maupun bersifat pervasif.
Komunikasi menurut para ahli:
1. Onong Uchjana Effendy mengatakan: komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media)
2. Raymond Ross mengatakan: komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator
3. Gerald R. Milller mengatakan: komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka.
4. Everett M. Rogers mengatakan: komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
5. Laswell mengatakan: komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? Mengatakan apa? Dengan saluran apa? Kepada siapa? Dengan akibat atau hasil apa? (who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?
Kesimpulan: komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada kosmunikan(penerima) dari komunikator (sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak atau effect kepada komunikan sesuai yang diinginkan komunikator. Yang memenuhi 5 unsur who, says what, in which channel, to whom, with what effect.
II. FILSAFAT KOMUNIKASI
1.
Pengertian Filsafat Komunikasi
Menurut Richard Lanigan dalam karyanya yang berudul “Communication Models In Philosophy, Review and Commentary” membahas secara khusus “analisis filafat mengenai komunikasi “. Richard Lanigan mengatakan bahwa filsafat sebagai disiplin biasanya dikategorikan menjadi subbidang utama menurut jenis justifikasinya yang dapat diakomodasikan oleh jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
a. Apa yang aku ketahui?
b. Bagaimana aku mengetahuinya?
c. Apakah aku yakin?
d. Apakah aku benar?
Pertanyaan di atas berkaitan dengan penyelidikan sistematis studi terhadap: metafisika, epistemology, aksiologi, dan logika.
2. Filsafat Komunikasi dan
Penelitian Ilmu Komunikasi
Filsafat komunikasi sangat erat kaitannya dengan metodologi penelitian: positive, pos-positive, dan kritis. Kesemuanya harus jelas sumber dan asums-asumsinya.
a. Positivisme
Asumsi dasar positivisme tentang realitas adalah tunggal, dalam artian fenomena alam dan tingkah laku manusia terikat tertib hukum. Fokus kajian postivisme adalah peristiwa sebab akibat. Ia menyebutkan hanya ada dua jalan untuk mengetahui: pertama, verifikasi langsung melalui data pengindera. Kedua, penemuan lewat logika.
Pendekatan metodologi yang positive adalah: empirisme, rasionalisme, behavioral, structural, fungsionalisme, mekanistik, deterministik, reduksionis, sistematik, dan lain-lain.
Metode penelitian komunikasi yang tercakup dalam paham antara lain: model mekanistis, model komunikasi Shannon dan Weaver, pendekatan behaviorisme, analisis isi klasik kuantitaif dan lain-lain.
Komponen-komponen pokok teori dan metodologi positivis adalah sebagai berikut:
· Metode penelitian: kuantitatif
· Sifat metode positivisme adalah obyektif
· Penalaran: deduktif
· Hipotetik
b. Post-Positifisme (Humanistik)
Asumsi dasar post-positivie tentang realitas adalah jamak individual. Hal itu berarti bahwa realitas (perilaku manusia) tidak tunggal melainkan hanya hanya bisa menjelaskan dirinya sendiri menurut unit tindakan yang bersangkutan. Fokus kajian post-positivis adalah tindakan-tindakan (actions) manusia sebagai ekpresi dari sebuah keputusan.
Pendekatan metodologi penelitian kualitatif: interaksionisme simbolik, fenomenologi, etnometodologi, dramaturgi, hermeneutika, semiotika, teori feminisme, marxisme sartrian, teori kritis, pasca-strukturalisme, dekonstruktivisme, teori paska kolonialis dan sebagainya.
Metode penelitian komunikasi yang tercakup dalam paham antara lain interaksionisme simbolik, analisis framing, analisis wacana, analisis semiotika dan lain-lain.
Komponen-komponen pokok teori dan metodologi post-positivis adalah sebagai berikut:
· Metode penelitian: kualitatif
· Sifat metode post-positive: subyektif
· Penalaran: induktif
· Interpretative
c. Kritisme
Asumsi dasar paham kritisme adalah realitas didominasi oleh status qou. Maksudnya adalah, tidak ada aspek kehidupan yang bebas dari kepentingan, termasuk ilmu pengetahuan. Kesemuanya berada dalam dominasi status quo. Aliran pemahaman kritis diinspirasi oleh pemikiran Karl Marx. Namun paham kritisme ini hanya sedikit berbicara tentang Marxisme. Faham kritisme merupakan pilar utama mazhab Frankfurt. Fokus kajian mazhab Frankfurt ini adalah sistem tindakan komunikasi manusia (teori tindakan komunikasi)
Metode penelitian dalam paham ini belum popular penggunannya dalam penelitian komunikasi. Seperti dikemukakan oleh habernas sendiri , diskusi tentang metode dan teori tindakan komunikasi adalah proses yang tidak pernah berakhir dan sama sekali belum sampai pada suatu konsensus.
Metode penelitian: Analisis Sejarah Sosial (Social History Analysis)
· Sifat metodologi: kritis
· Penalaran: dialektika
· Meta-theoritical discourse
Dari berbagai definisi mengenai filsafat, komunikasi dan filsafat komunikasi dapat ditarik kesimpulan bahwa filsafat komunikasi adalah para ahli sepakat bahwa landasan ilmu komunikasi yang pertama adalah filsafat. Filsafat melandasi ilmu komunikasi dari domain ethos, pathos, dan logos dari Aristoteles dan Plato.
Ethos merupakan komponen filsafat yang mengajarkan ilmuwan tentang pentingnya rambu-rambu normative dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang kemudian menjadi kunci utama bagi hubungan antara ilmu dan masyarakat. Pathos merupakan komponen filsafat yang menyangkut aspek emosi atau rasa yang ada dalam diri manusia sebagai makhluk yang senantiasa mencintai keindahan, penghargaan, yang dengan ini manusia berpeluang untuk melakukan improvisasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Logos merupakan komponen filsafat yang membimbing para ilmuwan untuk mengambil suatu keputusan berdasarkan pada pemikiran yang bersifat nalar dan rasional, yang dicirikan oleh argument-argument yang logis.
Komponen yang lain dari filsafat adalah komponen piker, yang terdiri dari etika, logika, dan estetika. Komponen ini bersinegri dengan aspek kajian ontology (keapaan), epistemologi (kebagaimanaan), dan aksiologi (kegunaan atau kemanfaatan).
Mempelajari komunikasi sebagai ilmu akan menjadi dasar bagi seseorang untuk memahami komunikasi dari tinjauan filsafat. Mengerti filsafat ilmu komunikasi akan mempermudah seseorang dalam menyusun pikirannya sebagai isi pesan komunikasi. Isi pesan yang tersusun secara logis, etis, dan estetis merupakan usaha agar proses komunikasi efektif.
PENUTUP
Filsafat merupakan landasan dari ilmu komunikasi. Filsafat melandasi ilmu komunikasi dari domain ethos, pathos, dan logos dari Aristoteles dan Plato. Ilmu komunikasi merupakan sebuah ilmu yang berkembang atas dasar filsafat komunikasi. komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada kosmunikan(penerima) dari komunikator (sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak atau effect kepada komunikan sesuai yang diinginkan komunikator. Mempelajari komunikasi sebagai ilmu akan menjadi dasar bagi seseorang untuk memahami komunikasi dari tinjauan filsafat. Mengerti filsafat ilmu komunikasi akan mempermudah seseorang dalam menyusun pikirannya sebagai isi pesan komunikasi. Isi pesan yang tersusun secara logis, etis, dan estetis merupakan usaha agar proses komunikasi efektif.
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi, Asmoro. 2012. Filsafat Umum.Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA.
Ardianto, Elvinaro.2007. Filsafat Ilmu Komunikasi.Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Mufid, Muhammad.2009.Etika dan Filsafat Komunikasi.Jakarta:KENCANA PRENADA MEDIA GROUP.
Komentar
Posting Komentar