A. Definisi Strategi Promosi
Promosi merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan
pemasaran suatu barang. Promosi adalah suatu kegiatan bidang marketing
yang merupakan komunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada pembeli atau
konsumen yang memuat pemberitaan, membujuk, dan mempengaruhi segala sesuatu
mengenai barang maupun jasa yang dihasilkan untuk konsumen, segala kegiatan itu
bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan dengan menarik minat konsumen
dalam mengambil keputusan membeli di perusahaan tersebut. Untuk memperjelas
tentang pengertian promosi, berikut ini beberapa definisi tentang promosi.
Menurut Tjiptono (2001 : 219) promosi pada hakekatnya adalah suatu
komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan
informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas
perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk
yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Selanjutnya Kotler (2002:41) menyatakan bahwa “Promosi adalah berbagai
kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang menonjolkan
keistimewaan-keistimewaan produknya yang membujuk konsumen sasaran agar
membelinya”.
Sementara Sistaningrum (2002 : 98) mengungkapkan arti promosi
adalah suatu upaya atau kegiatan perusahaan dalam mempengaruhi ”konsumen
aktual” maupun ”konsumen potensial” agar mereka mau melakukan pembelian
terhadap produk yang ditawarkan, saat ini atau dimasa yang akan datang.
Konsumen aktual adalah konsumen yang langsung membeli produk yang ditawarkan
pada saat atau sesaat setelah promosi produk tersebut dilancarkan perusahaan.
Dan konsumen potensial adalah konsumen yang berminat melakukan pembelian
terhadap produk yang ditawarkan perusahaan dimasa yang akan datang.
Lupiyoadi (2001 : 109) menyatakan bahwa “promosi penjualan
adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan arus barang atau jasa
dari produsen sampai pada
penjualan akhirnya. Point of sales promotion terdiri dari brosur,
information sheets, dan lain-lain”.
Menurut Fandy Tjiptono dalam bukunya strategi pemasaran
(1997:249), strategi promosi penjualan adalah suatu rencana kegiatan yang
dilakukan untuk meningkatkan permintaan dari para pemakai atau konsumen akhir
yang bertujuan untuk meningkatkan omset penjualan dengan jalan mempengaruhi konsumen
secara langsung. Sedangkan menurut cravens dalam bukunya pemasaran stategis,
(2002:77), strategi promosi penjualan adalah perencanaan dan pengendalian
komunikasi dari suatu organisasi kepada para konsumen dan sasaran lainnya.
B. Tujuan strategi promosi
Tujuan dari promosi penjualan sangat beraneka ragam yakni
merangsang permintaan, meningkatkan hasrat konsumen untuk mencoba produk,
membentuk goodwill, meningkatkan pembelian konsumen, juga bisa mendorong
konsumen untuk membeli lebih banyak serta meminimimkan perilaku berganti-ganti
merek, atau mendorong konsumen untuk mencoba pembelian produk baru. Tujuan
lainnya juga bisa berupa untuk mendorong pembelian ulang produk, dapat menarik
pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru, menyerang
aktifitas promosi pesaing. Promosi penjualan bertujuan untuk merangsang
tanggapan pembeli yang cepat (quick buying response) yang antara lain adalah
perlombaan, pemberian hadiah, kombinasi penawaran, kupon, dan potongan harga
untuk konsumen.
Tujuan promosi adalah untuk mempengaruhi suatu konsumen dalam
mengambil keputusan untuk meningkatkan volume penjualan, di segi lain ada juga
dari promosi yaitu menjual suatu barang atau jasa. Dalam promosi kita tidak
hanya sekedar berkomunikasi ataupun menyampaikan informasi, tetapi juga
menginginkan komunikasi yang mampu menciptakan suasana/keadaan dimana para
pelanggan bersedia memilih dan memiliki produk. Dengan demikian promosi
yang akan dilakukan haruslah selalu berdasarkan atas beberapa hal sehingga tujuan
yang diharapkan dapat tercapai.
Secara umum tujuan dari promosi penjualan :
1. Meningkatkan permintaan dari para pemakai
industrial dan/atau konsumen akhir.
2. Meningkatkan kinerja perusahaan
3. Mendukung dan mengkoordinasikan kegiatan personal selling
dan iklan.
Adapun tujuan dari pada perusahaan melakukan promosi menurut
Tjiptono (2001:221) adalah menginformasikan (informing), mempengaruhi dan
membujuk (persuading) serta mengingatkan (reminding) pelanggan tentang
perusahaan dan bauran pemasarannya. Sistaningrum (2002 : 98) menjelaskan tujuan
promosi adalah empat hal, yaitu memperkenalkan diri, membujuk, modifikasi dan
membentuk tingkah laku serta mengingatkan kembali tentang produk dan perusahaan
yang bersangkutan.
Pada prinsipnya antara keduanya adalah sama, yaitu sama-sama
menjelaskan bila produk masih baru maka perlu memperkenalkan atau
menginformasikan kepada konsumen bahwa saat ini ada produk baru yang tidak
kalah dengan produk yang lama. Setelah konsumen mengetahui produk yang baru,
diharapkan konsumen akan terpengaruh dan terbujuk sehingga beralih ke produk
tersebut. Dan pada akhirnya, perusahaan hanya sekedar mengingatkan bahwa produk
tersebut tetap bagus untuk dikonsumsi. Hal ini dilakukan karena banyaknya
serangan yang datang dari para pesaing.
Tujuan Utama Strategi Promosi Penjualan Produk
1. Meningkatkan Volume
Strategi promosi penjualan sangat bermanfaat untuk memenuhi
kebutuhan tujuan jangka pendek bisnis anda. Bisa anda lakukan untuk
menghabiskan stok lama, mengurangi stok yang ada di gudang atau untuk memenuhi
stok yang ada di tingkat pengecer sebelum pesaing anda memperkenalkan
produknya.
Strategi promosi penjualan juga bisa membuat “pembeli marjinal”
datang membeli produk anda. Pembeli marjinal adalah mereka yang membeli hanya
ketika suatu produk atau jasa sedang dalam masa “promosi”. Biasaya pembeli
marjinal ini tidak disukai oleh perusahaan.
Tapi anda jangan khawatir, strategi promosi penjualan dapat
menggiring pembeli marjinal menjadi pembeli setia, asal produk anda mengena di hati
mereka.
2. Meningkatkan Pembeli Petonsial
Strategi promosi penjualan juga bisa membuat pembeli potensial
anda datang untuk menggunakan produk atau jasa anda. Pembeli potensial adalah
orang yang tidak pernah menggunakan produk atau jasa anda atau hanya pernah
menggunakan produk atau jasa sejenis dari pesaing anda.
Mereka tidak akan pernah membeli produk anda dalam jumlah besar
sebelum tahu bahwa mereka menyukai produk atau jasa anda. Dan poin pentingnya,
pembeli potensial adalah sumber utama untuk meningkatkan volume penjualan anda.
Strategi promosi penjualannya bisa anda lakukan dengan cara:
• Memberikan sampel gratis atau kupon untuk mencoba
sehingga calon pembeli dapat mencoba produk atau jasa anda.
• Memberikan manfaat tambahan sehingga produk atau
jasa anda tampak superior dibandingkan produk sejenis.
• Memberikan manfaat finansial jangka pendek. Bisa
dengan cara memberikan angsuran pembelian tanpa bunga, tentunya dengan
memperhatikan situasi dan kondisi usaha anda.
3. Meningkatkan Pembelian Ulang
Strategi promosi penjualan dengan cara promosi pembelian kembali
bisa digunakan untuk meningkatkan pembelian tetap atau pembelian dalam jumlah
besar. Promosi pembelian kembali juga bisa anda gunakan untuk “menganggu”
peluncuran produk pesaing dan membuat pelanggan anda terbiasa menggunakan
produk yang anda buat. Anda bisa gunakan cara-cara efektif seperti :
• Kupon di dalam produk yang berisi potongan harga
bagi pembelian selanjutnya.
• Menggunakan cara “beli tiga gratis satu”.
• Atau menggunakan cara “10 kupon gratis satu”.
4. Meningkatkan Loyalitas
Promosi loyalitas berbeda dengan strategi promosi penjualan
seperti pemberian diskon langsung. Promosi loyalitas lebih ke memberikan daya
tarik berupa manfaat jangka panjang kepada konsumen. Contohnya adalah anda
memberikan sebuah kupon berisi manfaat tertentu. Bagi siapa saja yang
mendapatkan kupon tersebut berhak menjadi anggota klub yang di dalamnya berisi
fasilitas-fasilitas yang anda berikan secara khusus.
5. Memperluas Kegunaan
Pada saat kegunaan awal sebuah produk atau jasa mulai menghilang,
anda harus segera memperluas kegunaan produk atau jasa anda. Contohnya seperti
yang pernah teman saya lakukan. Dia berusaha memperluas kegunaan taksi
motornya. Dia merubah layanan jasa yang tadinya hanya mengantar penumpang
menjadi layanan antar jemput anak sekolah.
Bahkan terakhir dia menambah layanannya, yaitu paket wisata
keliling objek wisata di Jogja. Selain contoh tadi, anda juga bisa gunakan cara
joint promotion dengan perusahaan lainnya.
Kalau yang satu ini sering saya sebut daya ungkit bisnis atau
leverage. Contohnya adalah pemberian kupon dari agen travel perjalanan outbond
untuk peminjaman peralatan arung jeram misalnya.
6. Menciptakan Ketertarikan
Kadang tujuan ini dianggap sebagai tujuan strategi promosi produk
yang kurang jelas. Saya sendiri tidak tahu dimana kurang jelasnya.
Tapi saya pikir ada manfaatnya kalau anda mempunyai tujuan
strategi promosi produk seperti ini. Pernahkan anda bosan dalam sebuah
rutinitas tahunan? Membeli produk atau jasa juga sama halnya.
Mereka dapat bosan dengan produk atau jasa yang itu-itu saja. Cara
agar konsumen anda tidak bosan adalah dengan menciptakan ketertarikan. Anda
bisa melakukan strategi promosi produk dengan sebuah cara yang sama sekali baru
untuk melakukan sesuatu, dan orang-orang senang melakukannya.
7. Menciptakan Kesadaran
Beberapa strategi promosi produk sangat efektif untuk membuat
orang menyadari akan suatu produk. Kalau anda punya, gunakan tim penjualan
untuk mempromosikan produk atau jasa anda. Kalau contoh strategi promosi
produknya adalah anda bisa melakukannya promosi gabungan dengan produk atau
jasa lain yang sudah dikenal di pasar tertentu.
Jangan khawatir dengan cara itu. Anda tidak akan kehilangan
pelanggan hanya dengan “berbagi” promosi bersama. Asal tidak dengan produk atau
jasa kategori sejenis.
8. Mengalihkan Perhatian dari Harga.
Satu hal yang saya senangi dari tujuan strategi promosi produk
adalah mengalihkan perhatian konsumen dari harga sehingga tidak terjebak dalam
perang harga. Perang harga bisa membuat anda kehabisan tenaga, mendapatkan
marjin yang tipis atau bahkan usaha anda hancur berkeping-keping. Banyak cara
agar konsumen anda bisa anda alihkan perhatiannya dari segi harga. Contohnya
seperti:
• Beli tiga gratis satu.
• Discount untuk pembelian berikutnya.
• Atau menawarkan kemasan dengan isi lebih banyak,
seperti yang dilakukan kemasan shampoo sachet, “isi 30% lebih banyak”.
9. Mendapatkan Dukungan dari Perantara.
Produk atau jasa anda butuh dukungan dari perantara. Yang dimaksud
perantara disini adalah pedagang grosir, distributor, agen, pengecer atau
makelar. Bahkan pelanggan-pun bisa disebut perantara jika mereka ikut
merekomendasikan produk anda karena puas.
Anda harus membuat langkah-langkah efektif promosi penjualan kepada
para perantara anda. Contoh strategi promosi produknya adalah :
• Program “member get member” yang memberikan uang
bagi pelanggan apabila membawa konsumen lain.
• Memberikan penawaran harga yang bisa membuat marjin
distributor, agen, pengecer atau sales anda lebih tinggi.
10. Melakukan Diskriminasi Para Pengguna
Mungkin anda agak aneh dengan strategi promosi produk yang
kesepuluh ini. Kalimatnya memang terdengar janggal. Tapi untuk menjaga
keotentikan dari sumber sehingga saya juga tidak salah dalam memberikannya
kepada anda, saya tetap gunakan kalimat orisinal tersebut.
Tapi penjelasan logisnya adalah seperti ini, diskriminasi di
antara sesama pengguna memungkinkan usaha anda mengembangkan paket khusus dari
produk, harga, distribusi dan promosi untuk kategori yang berbeda. Kalau anda
masih bingung, contohnya seperti ini:
• Anda memberikan harga khusus bagi mereka yang
melakukan pemesanan lebih awal atau melalui tempat tertentu seperti datang
langsung ke toko anda, pemesanan khusus melalui web atau yang lainnya.
• Kelompok tertentu anda beri harga khusus yang tidak
anda berikan kepada kelompok lainnya. Contohnya adalah anda memberikan harga
khusus kepada anak-anak, namun harga itu tidak berlaku bagi orang tua dan
dewasa, seperti yang dilakukan armada bus dalam kota.
C.Sifat strategipromosi
Sifat-sifat promosi penjualan adalah :
- Komunikasi; mampu menarik perhatian dan memberi
informasi yang memperkenalkan pelanggan kepada produk.
- Insentif; memberikan keistimewaan dan rangsangan
yang bernilai bagi pelanggan.
- Undangan; mengundang khalayak untuk membeli saat
itu juga.
Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai,
promosi penjualan dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis yaitu :
- Customer promotion, yaitu penjualan yang
bertujuan untuk mendorong pelanggan untuk membeli.
- Trade promotion, yaitu promosi penjualan yang
bertujuan untuk mendorong pedagang grosir, pengecer, eksportir, dan
importir untuk memperdagangkan barang dan jasa dari sponsor.
- Sales – force promotion, yaitu promosi penjualan
yang bertujuan untuk memotivasi armada penjual.
- Business promotion, yaitu promosi penjualan untuk
memperoleh pelanggan baru, mempertahankan kontak hubungan dengan
pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada
pelanggan lama dan mendidik pelanggan.
Namun yang jelas apapun jenis kebutuhan
yang akan diprogramkan untuk dipengaruhi, tetap pada perencanaan bagaimana agar
perusahaan tetap eksis dan berkembang. Apalagi jika perusahaan tersebut
mempunyai lini produk lebih dari satu macam.
Secara keseluruhan teknik-teknik promosi
penjualan merupakan taktik pemasaran yang berdampak jangka pendek. Malah kadang
– kadang penjualan hanya meningkat selama kegiatan promosi penjualan
berlangsung. Promosi penjualan juga tidak mampu meruntuhkan loyalitas pelanggan
terhadap produk lain, bahkan promosi penjualan yang terlalu sering dapat
menurunkan citra kualitas barang atau jasa tersebut, karena pelanggan bisa
menginterpretasikan bahwa barang atau jasa
tersebut kualitas rendah atau termasuk
kategori murahan. Meskipun demikian diakui bahwa promosi penjualan menghasilkan
tanggapan yang lebih cepat daripada iklan.
D. Fungsi strategi promosi
Fungsi dari strategi promosi penjualan
adalah untuk mencapai tujuan komunikasi. Teknik-teknik komunikasi dan insentif
memberikan beberapa keuntungan, promosi penjualan dapat digunakan untuk
menargetkan pembeli, menjawab kesempatar khusus, dan menciptakan insentif
pembelian. Dalam mengembangkan strategi promosi penjualan pertama-tama perlu
didefenisikan tugas-tugas komunikasi yang diharapkan dicapai oleh program
promosi penjualan. Barikutnya tujuan-tujuan promosi khusus ditetapkan
menyangkut kesadaran dan keinginan membeli. Perlu dievaluasi penghematan
relatif dari metode-metode promosi penjualan yang wajar dan memilih
metode-metode yang menawarkan kombinasi antara hasi’ dan biaya yang terbaik.
Baik isi promosi penjualan maupuri waktu harus dikoordinasikan dengan
kegiatan-kegiatan promosi lainnya. Akhirnya program ini dilaksanakan dan
dievaluasi berdasarkan kesinamburigannya. Evaluasi mengukur sejauh mana tujuan
telah dicapai. Misalnya hasil-hasil pameran dagang dapat dievaluasi untuk
menentukan berapa banyak kontak yang dilakukan berubah menjadi pembelian.
E. Kegiatan Promosi
Dalam melakukan promosi agar dapat efektif
perlu adanya bauran promosi, yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis
kegiatan atau pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam
meningkatkan penjualan. Ada empat jenis kegiatan promosi, antara lain :
(Kotler, 2001:98-100)
- Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi
non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk
merangsang pembelian. Jenis periklanan :
*Perilanan lembaga atau intuisi (bank,
supermarket, department store)
*Perikalan merk (Toyota, Honda,
pepsodent, cerebrovit )
*Periklanan jenis barang tertentu (iklan
pelayanan masyarakat)
*Periklanan penjualan (pada
kesempatan-kesempatan tertentu)
- Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu
bentuk promosi antara penjual dengan calon pelanggan untuk memperkenalkan
suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan
terhadap produk sehingga pelanggan kemudian akan mencoba dan membelinya.
Sifat-sifat penjualan tatap muka:
*Personal atau adanya kontak langsung
dengan konsumen
*Tanggapan langsung atas pertanyaan atau
reaksi konsumen
*Mempererat hubungan dengan konsumen,
apabila sikapnya memuaskan
*Biaya oprasional cukup tinggi
- Publisitas (Publisity), merupakan usaha untuk
merangsang permintaan suatu produk secara non-personal dengan memuat
berita komersial yang menarik mengenai produk tersebut didalam media
cetak atau lainnya, mapun hasil wawancara yang disiarkan dalam media
tersebut.
- Promosi Penjualan (Sales promotion), yaitu suatu
bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang
pembelian oleh konsumen dan efektifitas penyalur, melalui pameran,
pertunjukan, demonstrasi, peragaan. Jenis-jenis promosi :
*Promosi konsumen (misalnya barang contoh,
kupon hadiah pembelian demonstrasi)
*Promosi dagang (kredit pembelian,
periklanan bersama)
*Promosi bisnis (sponsor pertunjukanj,
kontes penjualan)
- Pemasaran Langsung (Direct marketing), yaitu
suatu bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk
mempengaruhi pembelian konsumen. Sifat pemasaran langsung :
- Nonpublik: Pesan biasanya ditujukan kepada orang
tertentu, misalnya pengiriman surat via pos atau email, itu berarti yang
mengetahui pesan tersebut hanya pihak terkait saja, public tidak
mengetahui.
- Disesuaikan: Pesan dapat disiapkan dan dirancang
dengan sebaik-baiknya terlebih dahulu sebelum dikirimkan kepada orang
yang bersangkutan agar ia tertarik.
- Terbaru: Pesan dapat disiapkan dengan sangat
cepat sesuai dengan kondisi terkini.
- Interaktif: Pesan dapat diubah sesuai tanggapan
orang yang berkaitan sehingga menimbulkan suatu komunikasi yang
interaktif.
Ada 3 gagasan utama dalam perencanaan
bisnis yang dikemukakan oleh Kotler-AB. Susanto (2000 : 80) ;
- Bahwa bisnis perusahaan seharusnya seperti ”
Portofolio Investment ”, yaitu perlu diputuskan bisnis mana yang dapat
dikembangkan, dipertahankan, dikurangi atau bahkan mungkin dihentikan.
Karena tiap bisnis memiliki keuntungan masing-masing dan sumber daya
perusahaan harus dikelola sesuai dengan potensi yang menguntungkan.
- Berorientasi pada potensi keuntungan di masa
depan dengan mempertimbangkan tingkat pertumbuhan pasar dan posisi serta
kesesuaian perusahaan. Tidak cukup dengan mengandalkan penjualan dan
keuntungan yang telah dicapai pada tahun sebelumnya sebagai panduan.
- Strategi. Perusahaan harus memiliki dan
menetapkan rencana kerja untuk mencapai sasaran jangka panjang dengan
melihat posisi industri (lihat Identifikasi Pesaing), sasaran, peluang
keahlian serta sumber daya perusahaan.
Di samping tiga gagasan utama di atas,
perlu pula dilakukan analisa atau pendekatan-pendekatan untuk menanggapi adanya
perubahan-perubahan pada kondisi pasar yang bisa berdampak pada faktor biaya,
Tjiptono (2000 : 7- 8). Sehingga dengan melakukan analisa dapat dilakukan
antisipasi agar tidak keluar biaya yang tidak terkontrol yang dapat mempengaruhi
kebijakan perusahaan
F.BauranPromosi
Di dalam
Kamus Istilah Ekonomi (Anorga : 2004): “Promotion Mix adalah Kombinasi yang
paling tepat antara keempat promosi yaitu : Penjualan Pribadi (Personal
Selling), Reklame (Advertising), Promosi Penjualan (Sales Promotion), Publisitas
(Publicity)”.
|
Promotion
Mix |
Menurut J. Stanton dalam Swastha (1984:238), Bauran Promosi adalah : “Kombinasi
strategi yang paling baik dari variabel-variebel periklanan, personal selling
dan alat promosi yang lain, yang semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan
program penjualan”. Menurut Gitosudarmo (2000 : 237), Bauran Promosi adalah :
“Kegiatan yang ditujukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka dapat menjadi
kenal akan produk yang ditawarkan oleh Perusahaan kepada mereka dan kemudian mereka
menjadi senang lalu membeli produk tersebut”.
Kegiatan promosi bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan
dengan konsumen, melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen dalam
kegiatan pembelian atau penggunaan barang/jasa sesuai dengan kebutuhan dan
keinginannya.
Hal ini dilakukan dengan menggunakan alat-alat promosi. Menurut Lupiyoadi dan
Hamdani (2008:120-123) bahwa Alat – alat Promosi tersebut disebut dengan Bauran
Promosi (Promotion Mix), yang terdiri dari :
- Periklanan (Advertising), merupakan salah
satu bentuk dari komunikasi impersonal (impersonal communication) yang
digunakan oleh perusahaan barang dan jasa.
- Penjualan Perorangan (Personal Selling),
adalah interaksi antar individu, saling bertemu untuk menciptakan,
memperbaiki dan menguasai dan mempertahankan hubungan pertukaran yang
saling menguntungkan dengan pihak lain.
- Promosi Penjualan (Sales Promotion),
adalah semua kegiatan yang dimaksud untuk meningkatkan arus barang atau
jasa dari produsen sampai pada penjualan akhirnya.
- Hubungan Masyarakat (Public Relation),
merupakan kiat pemasaran, dimana perusahaan tidak harus berhubungan dengan
pelanggan, pemasok dan penyalur, tetapi juga harus berhubungan dengan
kumpulan kepentingan publik yang lebih besar.
- Informasi dari mulut ke mulut (Word Of
Mouth), dimana pelanggan tersebut akan berbicara kepada pelanggan lain
yang berpotensial tentang pengalamannya dalam menerima barang/jasa
tersebut.
- Pemasaran Langsung (Direct Marketing),
adalah sistem pemasaran interaktif yang menggunakan salah satu atau lebih
media iklan untuk menghasilkan tanggapan dan atau transaksi yang dapat
diukur pada satu lokasi
G.StrategiPengeluaranPromosi
Anggaranpromosimerupakanbagiandarianggaranpemasaran.Namun
demikian tidak ada standar yang pasti mengenai seberapa besar pengeluaran untuk
promosi yang harus dialokasikan.Faktor penyebabnya adalah pengeluaran promosi
itu bervariasi tergantung pada produk atau situasi pasar.Meskipun banyak
kesulitan yang ditemui dalam menentukan besarnya anggaran promosi ini, banyak
praktisi yang membuat rule-of-thumb yang terbukti dapat digunakan dalam
penentuan besarnya pengeluaran untuk promosi.
1. Marginal Approach
Pendekatan ini memberi jalan keluar bahwa pengeluaran optimal untuk
masing-masing metode promosi ditentukan dengan kondisi MR=MC (Marginal Revenue
= Marginal Cost)
2. Breakdown Method
Metode ini terdiri atas beberapa macam, yaitu:
Percentage-of-Sales Approach : Besarnya anggaran promosi ditentukan berdasarkan
persentase tertentu dari penjualan (tahun lalu atau prediksi penjualan tahun
depan) atau dari harga jual.
Affordable Method : Besarnya anggaran promosi ditetapkan berdasarkan perkiraan
manajemen mengenai kemampuan keuangan perusahaan.
Return-On-Investment Approach : Pengeluaran promosi dianggap sebagai investasi.
Oleh karena itu besarnya anggaran promosi yang sesuai ditentukan dengan
membandingkan tingkat return yang diharapkan (expected return) dantingkat
return yang diinginkan (desired return).
Competitive-Parity Approach :Dalammetodeini,
anggaran promosi suatu perusahaan harus sesuai atau sama dengan pengeluaran
promosi pesaingnya. Asumsidalampendekatanini
adalah:
Anggaranpromosiberhubungan langsung dengan pangsa pasar. Dengan demikian agar
pangsa pasarnya tidak berubah, maka pengeluaran promosi pesaingnya.
Pengeluaran pesaing merupakan kebijakan yang kolektif dari suatu industri.
Dengan mempertahankan kesamaan, maka perang promosi dapat dihindari.
3. Build-Up Method (Objective-and-Task Method)
Penentuan anggaran promosi dilakukan dengan cara menentukan tujuan-tujuan
iklan, personal selling, dan sales promotion dari setiap lini produk,
menentukan tugas-tugas yang
harusdilakukandanbesarnyabiayauntukmencapaitujuan-tujuantersebut.
H. StrategiBauranPromosi
Strategiiniberupayamemberikan
distribusi yang optimal dari setiap metode promosi. Tugas tersebut tidaklah
mudah mengingat efektifitas masing-masing metode berbeda dan yang paling repot,
setiap metode kadang-kadang tumpang tindih (overlap) dengan motode yang lain.
Berikut ini adalah faktor-faktor yang menentukan bauran promosi.
Faktor Produk Yaitu dengan mempertimbangkan karakteristik dan cara produk itu
dibeli, dikonsumsi, dan dipersepsikan.
FaktorPasar
FaktorPelanggan
FaktorAnggaran
FaktorBauranPemasaran
Daftar Pustaka
Kotler Phillip, Keller Kevin Lane.
“Manajemen Pemasaran” Jilid 1, Edisi 13, Erlangga.
Tjiptono,Fandy & Payne,
Andrian.Pemasaran Jasa.2001.Yogyakarta: Andi
Tjiptono,Fandy .Strategi
Pemasaran.1997.Yogyakarta: Andi
Komentar
Posting Komentar